<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ReptilX &#187; First Bite</title>
	<atom:link href="http://www.reptilx.com/category/first-bite/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.reptilx.com</link>
	<description>Indonesian Reptile Community</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Nov 2011 13:22:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous)</title>
		<link>http://www.reptilx.com/2010/10/05/tips-menjinakkan-ular-wild-caught-non-venomous/</link>
		<comments>http://www.reptilx.com/2010/10/05/tips-menjinakkan-ular-wild-caught-non-venomous/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 03:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Bite]]></category>
		<category><![CDATA[binatang jinak]]></category>
		<category><![CDATA[jinak]]></category>
		<category><![CDATA[pelihara reptil]]></category>
		<category><![CDATA[pelihara ular]]></category>
		<category><![CDATA[reptil jinak]]></category>
		<category><![CDATA[retic]]></category>
		<category><![CDATA[retik]]></category>
		<category><![CDATA[ular]]></category>
		<category><![CDATA[ular baik]]></category>
		<category><![CDATA[ular jinak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.reptilx.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous) Ular wild caught atau tangkapan liar biasanya cenderung bersifat lebih defensif karena secara alami dan naluriah mereka akan mempertahankan dirinya dari predator atau makhluk lain yang dianggap merupakan ancaman bagi mereka, termasuk manusia. Akan tetapi tidak mustahil kita bisa menjinakkan ular wild caught tersebut apabila kita ingin memeliharanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><strong>Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous)</strong></strong></span></p>
<p>Ular wild caught atau tangkapan liar biasanya cenderung bersifat lebih defensif karena secara alami dan naluriah mereka akan mempertahankan dirinya dari predator atau makhluk lain yang dianggap merupakan ancaman bagi mereka, termasuk manusia.</p>
<p><a href="http://media.reptilx.com/media/2010/10/hookbuton.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-687" title="hookbuton" src="http://media.reptilx.com/media/2010/10/hookbuton.jpg" alt="hookbuton" width="300" height="233" /></a></p>
<p>Akan tetapi tidak mustahil kita bisa menjinakkan ular wild caught tersebut apabila kita ingin memeliharanya. Apabila kita ingin agar ular tersebut menjadi jinak, sebaiknya ular yang akan dipelihara adalah bukan ular dewasa. Ular dewasa akan sangat sulit dijinakkan karena naluri defensif sudah sangat kuat tertanam di benaknya. Akan semakin mudah untuk menjinakkan ular yang lebih muda, karena mereka akan belajar bahwa kita sebagai pemeliharanya tidak akan menyakiti mereka, tapi justru merawat mereka dengan penuh kasih sayang.<br />
Ular yang baru saja ditangkap dari alam biasanya stress dan membutuhkan waktu beberapa lama untuk adaptasi dengan kandang atau lingkungan barunya. Masa-masa stress ini biasanya ditandai dengan ular tidak mau makan. Sebaiknya ular yang baru ditangkap jangan langsung dijinakkan. Beri mereka waktu untuk beradaptasi dengan kandang/lingkungan barunya. Sediakan kandang yang nyaman serta cukup air untuk minum atau tempat berendam, sediakan juga hidding place apabila diperlukan. Sebisa mungkin jangan dipegang-pegang dulu kecuali diperlukan (contoh: membersihkan kandang dan penjemuran). Dan coba berikan mereka makanan secara berkala (contoh: 5-7hari sekali).<br />
Apabila ular sudah beradaptasi dengan kandangnya dan tidak stress lagi (ditandai dengan ular sudah rutin makan), barulah kita bisa memulai proses penjinakan. Tidak perlu tergesa-gesa dalam proses penjinakan karena ular tersebut malah justru bisa menjadi stress kembali. Lakukan sedikit demi sedikit dan teratur secara berkala, ular-pun akan belajar sedikit demi sedikit bahwa kita tidak akan menyakitinya, dan pada akhirnya nanti dapat menjadi tenang dan jinak dengan sendirinya secara berangsur-angsur.</p>
<p>Demikian beberapa tips yang dapat dicoba dalam proses penjinakan:</p>
<p>1. Pada tahap pertama ini, jangan terlalu lama dan sering meng-handle ular anda, karena dapat menyebabkan ular anda stress kembali. Handle pada saat pembersihan kandang saja. Rendam ular anda di tempat khusus untuk merendam dengan diisi air yang tidak terlalu tinggi/dalam untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel di kulitnya. Sementara itu anda dapat membersihkan kandangnya dan mengganti alasnya dengan yang baru.</p>
<p><a href="http://media.reptilx.com/media/2010/10/gloves2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-688" title="gloves2" src="http://media.reptilx.com/media/2010/10/gloves2.jpg" alt="gloves2" width="300" height="228" /></a></p>
<p>2. Setelah kandang bersih, coba handle ular anda dengan menggunakan alat bantu berupa hook atau bisa juga dengan gloves/sarung tangan. Pilih sarung tangan yang tidak berbahan dari kain/benang wool karena dapat mengakibatkan gigi ular tersangkut pada kain atau rajutan benang wool misalnya ular wild caught anda menggigit. Sarung tangan berbahan kulit atau terpal akan lebih baik untuk digunakan.</p>
<p>3. Handle ular anda dengan mantap dan hati-hati. Ular yang masih sangat defensif akan diam saja dan hanya melilit tangan anda dengan kuat. Usahakan untuk membuat ular anda bergerak/berjalan dari satu tangan ke tangan anda yang lain. Jangan menyentuh dahulu bagian kepala dan leher ular karena itu dapat membuat mereka merasa terancam, dan kemudian memicu sifat defensifnya. Sebisa mungkin hindari/jauhkan kepala ular dari wajah anda. Lakukan sebentar saja, kira-kira 10-20menit, kemudian masukkan kembali ke kandangnya, dan beberapa hari kemudian berikan makan kepada ular anda seperti biasa.<br />
Ulangi tahap 1 s/d 3 selama beberapa kali. Apabila ular anda tetap mau makan rutin, lanjutkan ke tahap berikutnya.</p>
<p>4. Tambahkan frekuensi handle ular anda menjadi 2 kali dalam seminggu. Anda dapat meng-handlenya 4 hari setelah ular makan dan pada saat pembersihan kandang. Tambahkan juga waktunya menjadi 20-30menit. Pada saat ini anda dapat mencoba menyentuh bagian leher dan mengusap2 kepalanya. Lakukan dengan perlahan agar ular tidak kaget dan sedikit demi sedikit mereka akan belajar bahwa anda tidak akan menyakitinya. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.</p>
<p><a href="http://media.reptilx.com/media/2010/10/gloves1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-689" title="gloves1" src="http://media.reptilx.com/media/2010/10/gloves1.jpg" alt="gloves1" width="300" height="241" /></a></p>
<p>5. Apabila ular sudah terlihat lebih kalem (biasanya ditandai dengan sudah jarang/tidak pernah mencoba menggigit lagi dan gerakan ular yang lentur serta tidak terasa kaku ketika berjalan di tangan anda), silakan mencoba untuk meng-handle ular anda tanpa menggunakan alat bantu lagi. Handle dengan ekstra hati-hati, usahakan untuk tidak membuat gerakan secara tiba-tiba agar ular anda tidak kaget. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.</p>
<p>6. Apabila setelah tanpa menggunakan alat bantu-pun ular anda sudah jarang/tidak lagi mencoba menyerang, akan tetapi biasanya akan terlihat masih mudah kaget apabila ada gerakan dari sekelilingnya, anda tinggal perlu untuk menambahkan frekuensi handling menjadi 3-4 kali dalam seminggu. Lakukan semua tahap dengan kesabaran dan ketelatenan, mudah-mudahan ular anda akan segera menjadi sahabat yang sangat menyenangkan bagi anda.</p>
<p>Catatan: Masing-masing ular mempunyai karakter yang berbeda-beda meskipun dari jenis yang sama. Ini akan mempengaruhi cepat-lambatnya proses penjinakan, tergantung bagaimana karakter ular tersebut.</p>
<p>Maaf kalo ada yg salah silakan diralat.. soalnya cuma based on my experience</p>
<p><em>article and photo by RoelsReptile</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.reptilx.com/2010/10/05/tips-menjinakkan-ular-wild-caught-non-venomous/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pelihara Ular&#8221;</title>
		<link>http://www.reptilx.com/2010/01/05/pelihara-ular/</link>
		<comments>http://www.reptilx.com/2010/01/05/pelihara-ular/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 08:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Bite]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>
		<category><![CDATA[ball python]]></category>
		<category><![CDATA[beginner]]></category>
		<category><![CDATA[pelihara ular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.reptilx.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Apa ular pertama yg cocok untukmu? Photo by: H4y4sh1 Kamu ingin memelihara ular. Bagaimana kamu memastikan memilih yang benar? Kami ingin membantu anda menentukan Pilihan. Sebelum memilih jenis ular, sebaiknya kita memerhatikan bebarapa hal berikut:. Berapa besar tempat yang anda siapkan untuk saat ini dan nanti saat ular dewasa? Penting untuk mengetaui jenis ular yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><strong><strong>Apa ular pertama yg cocok untukmu?</strong></strong></h1>
<p><strong><strong><br />
</strong></strong></p>
<p><a href="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_5355.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-386" title="IMG_5355" src="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_5355.jpg" alt="IMG_5355" width="400" height="600" /></a><span style="color: #c0c0c0;">Photo by: H4y4sh1</span></p>
<h3>Kamu ingin memelihara ular. Bagaimana kamu memastikan memilih yang benar?</h3>
<h3 style="text-align: center;">Kami ingin membantu anda menentukan Pilihan.</h3>
<p style="text-align: left;"><strong>Sebelum memilih jenis ular, sebaiknya kita memerhatikan bebarapa hal berikut:. </strong></p>
<ul>
<li>Berapa besar tempat yang anda siapkan untuk saat ini dan nanti saat ular dewasa? Penting untuk mengetaui jenis ular yg akan dipelihara dan memperhatikan tempat yang dapat disediakan.</li>
<li>Berapa besar biaya yang diperlukan untuk member makan dan perawatan ular setiap bulannya? Bila mempunyai budget yang terbatas, tidak dianjurkan memelihara ular yang besar dan mahal. (nanti ga bisa beli beras) </li>
<li>Apa tingkat (level) kemampuanmu dalam menangani ular? Tingkat/level bisa berdasarkan dari pengamatan atau analisa seseorang setelah berinteraksi dengan beberapa spesies ular yang diketahui. Ygng paling tahu tingkat kemampuan anda menangani ular adalah anda sendiri.</li>
<li>pertanyaan paling penting. Apakah kamu akan menekuni hobby ini untuk jangka panjang? Rata² ular hidup 15 tahun. Apakah kamu akan menekuni hobbi ini selama itu?</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">
<p>Ok setelah anda mengerti beberapa hal yang saya sampaikan diatas semoga anda sudah mempunyai jawabannya, saya akan mencoba memberi beberapa masukan untuk anda..</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/bpsmall.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-387" title="bpsmall" src="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/bpsmall.jpg" alt="bpsmall" width="476" height="238" /></a><span style="color: #c0c0c0;">Photo by: H4y4sh1</span></p>
<p style="text-align: left;">
<p>Memilih ular seperti memilih pacar, pertama anda harus tertarik dengan pasangan anda. Ga ada untungnya kalau pacaran tapi tidak didasari oleh rasa suka.</p>
<p style="text-align: left;"><img title="Smile" src="../rxforum/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> Kembali ke Ular, anda harus memilih ular yang menarik minat anda dan kemudian cari tahu bagaimana perawatan dan diskusikan dengan orang² yang sudah lebih berpengalaman dalam memelihara ular, jika anda dapat memenuhi kebutuhannya mungkin saja anda baru menemukan ular yang akan anda pelihara.</p>
<p>Beberapa jenis mempunyai reputasi yang dibawa karena perilakunya, seperti ular temannya setan, python molurus paling jinak, menurut saya reputasi tersebut jgn mudah dipercaya, karena tidak sepenuhnya benar. Jenis ular yang kalem kadang juga bersifat aggressive dan sebaliknya.</p>
<p style="text-align: left;">Itu satu lagi alasan kenapa harus berhati² dalam memilih ular pertama mu.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/MilkSnake.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-388" title="MilkSnake" src="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/MilkSnake.jpg" alt="MilkSnake" width="269" height="218" /></a></p>
<h2><strong>Yang harus diperhatikan saat membeli ular.</strong></h2>
<ol>
<li>Pastikan ular tersebut aktif terjaga.</li>
<li>Pastikan ular mau makan.</li>
<li>Pastikan ular tidak terlihat dihinggapi parasit, seperti kutu dll..</li>
<li>Jika tersedia, pilih yang CB dari pada yang WC.</li>
<li>Kulit biasanya halus dan tidak kasar atau luka. Badan ular tidak kurus kering tapi biasanya padat berisi.</li>
<li>Mata harus jernih dan tidak berbayang, perhatikan bila ular mau berganti kulit.</li>
<li>Mulut ular harus selalu tertutup rapat dan hanya tempat keluarnya lidah yg terbuka sedikit. Dan lidah tampak bersih dari penyakit atau tindikkan.</li>
<li>Nafas ular tidak berbunyi and tdk ada gejala sakit (Walaupun jenis ular yang besar kadang nafasnya berbunyi saat dihandle karena memaksa mengeluarkan udara dari pernafasannya). Ada juga sebagian ular yang mendesis saat mau dihandle ketika ular itu mau ganti kulit, sebaiknya pilih ular ketika selesai ganti kulit.</li>
<li>Pindahkan ular ke tempat yang lebih datar permukaannya, bila ada keanehan saat ular berjalan berarti ada yang salah.</li>
<li>Apakah kandangnya bersih dan terpelihara?.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/California-King-Snake-Ring.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-389" title="California-King-Snake-(Ring" src="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2010/01/California-King-Snake-Ring.jpg" alt="California-King-Snake-(Ring" width="487" height="366" /></a><br />
Selamat memelihara ular..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.reptilx.com/2010/01/05/pelihara-ular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OBAT-OBATAN Untuk Reptil Anda</title>
		<link>http://www.reptilx.com/2009/11/18/obat-obatan-untuk-reptil-anda/</link>
		<comments>http://www.reptilx.com/2009/11/18/obat-obatan-untuk-reptil-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 12:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Bite]]></category>
		<category><![CDATA[hewan sakit]]></category>
		<category><![CDATA[kura pilek]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[obat reptil]]></category>
		<category><![CDATA[reptil sakit]]></category>
		<category><![CDATA[ular sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.reptilx.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Tapi perlu diingat, obat2an ini cuma saran dan ga ngejamin langsung sembuh.. khusus untuk antibiotik, tolong diperhatikan pemakaian yang rutin, karena kalau ngga, bakteri /virus bisa jadi malah tambah kebal. Jangan coba2 menyuntik ular/reptil kalau bro/sis tidak berpengalaman untuk itu, lebih baik dilanjutkan ke dokter hewan yang berpengalaman menghandle reptil Teramycin cair (botol 50mg) Kegunaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2009/11/1451611_doublechamberedvial.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-314" title="1451611_doublechamberedvial" src="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2009/11/1451611_doublechamberedvial.jpg" alt="1451611_doublechamberedvial" width="249" height="150" /></a><br />
Tapi perlu diingat, obat2an ini cuma saran dan ga ngejamin langsung sembuh.. khusus untuk antibiotik, tolong diperhatikan pemakaian yang rutin, karena kalau ngga, bakteri /virus bisa jadi malah tambah kebal.</p>
<p><span id="more-312"></span></p>
<p>Jangan coba2 menyuntik ular/reptil kalau bro/sis tidak berpengalaman untuk itu, lebih baik dilanjutkan ke dokter hewan yang berpengalaman menghandle reptil</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Teramycin cair </span>(botol 50mg)</p>
<p>Kegunaan : MouthRot (Sariawan), Respiratory Infection (Infeksi Pernafasan)<br />
Dosis : Belum Jelas (Selama ini hanya kira-kira tergantung ukuran reptil)<br />
Frekuensi : 1-2 kali sehari<br />
Cara Pemakaian : Teramycin diteteskan ke bagian yang luka sariawan dengan menggunakan jarum suntik insulin (ukuran 1 mg).</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Bubuk PK</span></strong><br />
Kegunaan : Cacar<br />
Dosis : Tergantung ukuran reptil<br />
Frekuensi : 1 kali sehari (pada saat reptil dimandikan)<br />
Cara Pemakaian : Bubuk PK diusapkan pada bagian cacar, didiamkan sebentar, kemudian dibilas dengan air sampai bersih. (Jangan sampai dimakan oleh Reptil anda).</p>
<p>PK juga membantu buat reptil yang mengalami keluarnya organ dalam melalui kloaka ( prolaps ) .yg kaya ambeien itu lho&#8230;abis dimasukkan beri larutan bubuk PK untuk membantu mengerutkan organ tsb&#8230;pake cotton butt dibasahi pake larutan pk ( kloa ga ada biasanya aku oake cootoon butt aja diberi air ) , dorong masuk oleskan lagi larutan pknya disekitar kloakanya&#8230;..kalo takut untuk mendorong dan mau pergi ke vet, supaya organ ga rusak atau mati rendam dengan air gula.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Air Daun Sirih</strong></span></p>
<p>Kegunaan : Mengatasi Kutu<br />
Frekuensi : 1 kali sehari (pada saat reptil dimandikan)<br />
Cara Pemakaian : Reptil direndam dalam Air Daun Sirih, kira kira selama 10-15 menit atau lebih. Kemudian Reptil dilap dan dijemur selama 10-15 menit.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Betadine Cair</strong></span></p>
<p>Kegunaan : Mengatasi infeksi akibat Luka (sobek dan sejenisnya).<br />
Frekuensi : sama seperti manusia<br />
Cara Pemakaian : Luka dibersihkan dengan cairan Betadine.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Genoint</strong></span> (atau sejenis yang mengandung Gentamicin Sulfat)</p>
<p>Kegunaan : Untuk luka bakar pada reptil (kulit melepuh)<br />
Frekuensi : 3 kali sehari<br />
Cara Pemakaian : Oleskan salep genoint pada bagian kulit yang luka / melepuh</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Neosporin</strong></span></p>
<p>Kegunaan : Mengobati Luka (sobek dan sejenisnya)<br />
Frekuensi : 3x sehari sampai sembuh<br />
Cara Pemakaian : Luka dibersihkan dahulu, kemudian luka dioleskan dengan krim Neosporin.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Vitamin D3</strong></span> (Repcal dan sejenisnya)</p>
<p>Kegunaan : Suplemen Kalsium<br />
Frekuensi : Tergantung frekuensi lama jemurnya reptil kita, semakin lama dijemur, makan semakin sedikit dosisnya<br />
Cara Pemakaian : Tabur dan Oleskan bubuk kalsium D3 pada diet (makanan) reptil kesayangan kita.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Minyak Ikan</strong></span></p>
<p>Kegunaan : Merangsang Nafsu Makan<br />
Frekuensi : Tergantung, Pemberian jangan dilakukan bila selama ini makan reptil kita lancar-lancar saja (entar malah mogok makan lagi)<br />
Cara Pemakaian : Selama ini saya sih, pake jarum insulin, Cairan minyak ikan disedot, kemudian ditetesin ke mulutnya</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Flagyl </strong></span>(Botol 60 mg)</p>
<p>Kegunaan : Anti Bacterial<br />
Dosis : Belum Jelas (Selama ini hanya kira-kira tergantung ukuran reptil)<br />
Frekuensi : -<br />
Cara Pemakaian : biasanya campur di tempat minum, kadang juga bisa disuapin langsung, karena berbentuk cairan kental seperti syrup.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Panacur</strong></span></p>
<p>Kegunaan : Obat Cacing<br />
Dosis : Belum Jelas (Selama ini hanya kira-kira tergantung ukuran reptil)<br />
Frekuensi : -<br />
Cara Pemakaian : Tetes langsung, campur ke tempat minum</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Baytril 5%</strong></span></p>
<p>Kegunaan : untuk pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan negatif serta mycoplasma<br />
Dosis : dicampur air 1ml Baytril per 1 liter air</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Nutrimoist </strong></span>(CNI product)</p>
<p>kegunaan : untuk mengobati sariawan pada ular dan kadal, cara pemakaian dioleskan 2 kali sehari.<br />
kelebihan tidak perih dan tidak berbahaya bila tertelan</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Listerine:</strong></span></p>
<p>untuk membersihkan kerak pada ular yang sariawan.<br />
cara pemakaian: campur dng air dng perbandingan listerine : air = 1:2, gunakan cotton bud, bersihkan di seputaran gusi dan gigi ular, lakukan rutin, kalau bisa sehari 2x.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Amoxylin</strong></span></p>
<p>kegunaan : untuk mengobati gangguan kulit pada kodok<br />
cara pemakaian, kapsul amoxylin dibagi 4 , dimasukkan ke jangkrik yang sudah digunting perutnya, lalu diberikan pada kodok.<br />
Pada ular, dipakai untuk mengobati pilek dan sariawan dari dalam.<br />
cara pemakaian, isi kapsul dicampur air dan disuntikkan ke tiput, atau boleh dioleskan pada sariawan langsung.</p>
<p><a href="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2009/11/s_1400015_320.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-315" title="s_1400015_320" src="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2009/11/s_1400015_320.jpg" alt="s_1400015_320" width="97" height="150" /></a></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Bactrim</strong></span></p>
<p>antibakteri kombinasi untuk pengobatan infeksi pencernaan pada ular.<br />
unsur dasar Sulfamethoxazole yang mencegah pertumbuhan bakteri di dalam tubuh.<br />
kegunaan : pengobatan pertama apabila ular terus muntah tiap kali makan. bisa juga dipakai untuk iguana yang tiba2 menjadi lesu, pup cair dan bau.<br />
cara pemakaian : minumkan langsung , dosis berdasarkan berat tubuh .</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Benoson-G</strong></span> (Betamethasone 1mg &amp; Gentamicin 1 mg)</p>
<p>Kegunaan : Untuk luka bakar pada reptil (kulit melepuh), sisik melepuh atau berisi air<br />
Frekuensi : 3 kali sehari<br />
Cara Pemakaian : Oleskan salep Benoson-G pada bagian kulit yang luka / melepuh.<br />
Tersedia di: Apotik<br />
Himbauan: Sebaiknya gunakan sarung tangan karet pada saat mengobati/menangani reptile yang sedang sakit. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun (sebaiknya sabun yang berbahan antiseptik) untuk mengurangi penularan ke reptile yang lain atau bahkan ke manusia.</p>
<p>Ditulis oleh member reptilx &#8220;kucrut&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.reptilx.com/2009/11/18/obat-obatan-untuk-reptil-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Suhu Kandang</title>
		<link>http://www.reptilx.com/2009/09/04/pentingnya-suhu-kandang/</link>
		<comments>http://www.reptilx.com/2009/09/04/pentingnya-suhu-kandang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 16:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Bite]]></category>
		<category><![CDATA[akuarium]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[suhu]]></category>
		<category><![CDATA[vivarium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.reptilx.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[PENTINGNYA SUHU KANDANG UNTUK PET SNAKE ANDA. by : Rx member Zidate ini sekedar sharing dari amateur yg pengen coba untuk berbagi, mohon maaf sebelumnya dan petunjuk dari teman2 kalau ada kata2 yg salah. Menentukan suhu yang cocok untuk kandang pet snake anda akan memerlukan sedikit usaha, karena setiap jenis ular mempunyai “level temperature” yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENTINGNYA SUHU KANDANG<br />
UNTUK PET SNAKE ANDA.</strong></p>
<p style="text-align: left;">by : Rx member <strong>Zidate</strong></p>
<p>ini sekedar sharing dari amateur yg pengen coba untuk berbagi, mohon maaf sebelumnya dan petunjuk dari teman2 kalau ada kata2 yg salah.</p>
<p>Menentukan suhu yang cocok untuk kandang pet snake anda akan memerlukan sedikit usaha, karena setiap jenis ular mempunyai “level temperature” yang berbeda-beda untuk kelangsungan hidupnya.</p>
<p>Sebagai contoh suhu yang ideal untuk kandang ball phyton akan terlalu panas untuk corn snake. Cara yg terbaik untuk menentukan suhu yang ideal untuk kandang pet snake kita a.l cari tau lewat buku atau artikel di internet.</p>
<p>Sekedar tips buat temen2 yg piara retic tinggal cari artikelnya di net pake search engine yahoo atau google ketik : Reticulated Pyhton cage temperature, buat pet snake jenis yg lain juga bisa, mungkin temen2 akan ktemu artikel lain yg juga berguna.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><br />
KNAPA SUHU KANDANG ITU PENTING???</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>Mungkin temen2 pernah denger istilah “binatang berdarah dingin” yg biasanya ditujukan pada ular dan reptile lainnya, yg pada dasarnya untuk membedakan reptile dan hewan lainnya, tapi tidak seluruhnya tepat.</em></p>
<p>Istilah “binatang berdarah dingin” pada reptil bukan berarti hewan reptil memiliki darah yang dingin di dalam tubuhnya, tetapi karena hewan reptil tidak dapat menaikkan suhu tubuhnya seperti hewan mamalia umumnya, keadaan ini disebut “<em>Ectothermic</em>”. Yang berarti hewan reptil mendapatkan panas tubuhnya dari lingkungan sekitarnya ( luar tubuhnya) sehingga reptile sangat bergantung pada sumber panas yg ada di sekitarnya.</p>
<p>Sebaliknya manusia dan hewan mamalia pada umumnya adalah mahluk “<em>Endothermic</em>”, walaupun kita mendapat panas dari luar; matahari, kita juga mempunyai panas yg dihasilkan dari dalam tubuh kita sendiri. Sebagai contoh gampang bisa kita rasakan kalau kita sedang demam.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Buat temen2 yg punya pet snake, harus menyediakan sumber panas dan tetap menjaga suhu yang ideal buat pet snake kesayangannya, karena hal ini nantinya berhubungan dengan kesehatan pet snake temen2.</em></p>
<p>Pada awalnya mungkin suhu kandang yang terlalu panas atau dingin tidak berpengaruh terhadap kesehatan pet snake temen2, tapi lama kelamaan kesehatan pet snake temen2 akan menurun, pet snake bisa ogah makan, bisa muncul penyakit spt penyakit pernapasan yg pada akhirnya akan menyebabkan pet snake teman-teman mati.</p>
<p><strong>TIPS SEDERHANA BUAT SUHU KANDANG</strong></p>
<ul>
<li>Semua jenis ular Ectothermic yg artinya mereka bergantung pada lingkungan dan temen2 untuk menjaga suhu tubuhnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Temen2 yg punya pet snake harus memastikan kandang pet snake temen2 mempunyai suhu yg ideal selama perputaran tahun.</li>
</ul>
<ul>
<li>Untuk suhu kandang tentunya bergantung pada pet snake temen2, so, temen2 harus rajin2 cari tau apa yg terbaik untuk pet snake temen2.</li>
</ul>
<ul>
<li>Suhu kandang yang terlalu panas sama bahayanya sama suhu kandang yg terlalu dingin.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ada banyak cara untuk membuat panas kandang pet snake a.l pake lampu pemanas atau elemen pemanas.</li>
</ul>
<ul>
<li>Temen2 harus rajin2 eksperimen sama cara pemanasan yang temen2 tau sampai ketemu satu yang bener2 cocok untuk pet snake kesayangan temen2.</li>
</ul>
<ul>
<li>Last but not least, biasakan diri buat ngecek temperature 1 kali sehari, demi pet snake kesayangan kita…</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.reptilx.com/2009/09/04/pentingnya-suhu-kandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Dasar Tentang Kura-Kura</title>
		<link>http://www.reptilx.com/2008/09/29/pengetahuan-dasar-tentang-kura-kura/</link>
		<comments>http://www.reptilx.com/2008/09/29/pengetahuan-dasar-tentang-kura-kura/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 18:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Bite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.reptilx.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Turtle – kura-kura akuatik (air), Tortoise – kura-kura terrestrial (darat), dan Terrapin – kura-kura semi akuatik – adalah reptil dari ordo Testudines (seluruh kura-kura yang ada termasuk dalam kelompok besar Chelonia), hampir semuanya memiliki tubuh yang dilindungi oleh sebuah tulang khusus atau tempurung bertulang rawan yang terbentuk dari rusuknya. Ordo Testudines meliputi spesies yang masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://usera.ImageCave.com/ibram11/IMG_8588.jpg" alt="" width="453" height="309" /><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Turtle</strong> – kura-kura akuatik (air), Tortoise – kura-kura terrestrial (darat), dan Terrapin – kura-kura semi akuatik – adalah reptil dari ordo Testudines (seluruh kura-kura yang ada termasuk dalam kelompok besar Chelonia), hampir semuanya memiliki tubuh yang dilindungi oleh sebuah tulang khusus atau tempurung bertulang rawan yang terbentuk dari rusuknya. Ordo Testudines meliputi spesies yang masih ada maupun yang sudah punah, kura-kura yang paling awal muncul telah ada sejak sekitar 215 juta tahun yang lalu, menjadikan kura-kura adalah kelompok reptil tertua, dan kelompok yang paling purba dibandingkan kadal dan ular. Sekitar 300 spesies yang masih ada saat ini, kebanyakan terancam punah. Kura-kura adalah binatang ectothermic.</p>
<p><img src="http://usera.ImageCave.com/ibram11/1078_148b7e6ee552a5.jpg" alt="" width="403" height="287" /><br />
<strong><br />
Anatomi dan morfologi</strong><br />
Kura-kura memiliki beragam jenis ukuran. Meskipun begitu, kura-kura laut (penyu) memiliki ukuran yang lebih besar dibanding saudaranya di darat dan di air tawar.<br />
Chelonian terbesar adalah penyu laut, yakni penyu laut berpunggung bulu (leatherback sea turtle) raksasa, yang panjang tempurungnya mencapai 200 cm dan beratnya dapat mencapai lebih dari 900 kg. Kura-kura air tawar umumnya lebih kecil, tapi spesies terbesarnya adalah labi-labi (kura-kura bertulang rawan) di Asia, Pelochelys cantorii, yang dilaporkan oleh beberapa orang memiliki panjang hingga 200 cm (Das, 1991). Kura-kura besar lainnya adalah common snapping turtle, Chelydra serpentina, Chelonian terbesar di Amerika Utara, yang memiliki panjang tempurung hingga 80 cm dan berat sekitar 60 kg.<br />
Kura-kura darat (tortoise) dari genus Geochelone, Testudo, dan lainnya tersebar luas di seluruh dunia pada zaman purba, dan kini banyak terdapat di Amerika Utara dan Selatan, Australia, and Afrika. Mereka punah bersamaan dengan waktu kemunculan manusia, yang diduga bahwa manusia memburunya untuk makanan. Kura-kura darat raksasa yang masih bertahan hidup hingga kini terdapat di Seychelles and Kepulauan Galápagos dan dapat bertambah besar hingga sepanjang lebih dari 130 cm, dan berat sekitar 300 kg.<br />
Chelonian terbesar sepanjang masa adalah Archelon ischyros, seekor kura-kura laut yang hidup pada zaman Cretaceous akhir yang diketahui besarnya dapat mencapai hingga 4,6 m.<br />
Kura-kura terkecil adalah kura-kura darat speckled padloper dari Afrika Selatan. Kura-kura tersebut hanya memiliki panjang tidak lebih dari 8 cm dan berat sekitar 140 g. Dua spesies kura-kura kecil lainnya adalah kura-kura lumpur dan kura-kura musk Amerika yang hidup di wilayah yang membentang antara Kanada hingga Amerika Selatan. Panjang tempurung dari banyak spesies dalam kelompok ini adalah kurang dari 13 cm.<br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Leher yang berlipat</strong></span><br />
Kura-kura dibagi menjadi dua kelompok, menurut pada bagaimana cara mereka menarik leher mereka ke dalam tempurungnya (sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh spesies purba Proganochelys): the Cryptodira, yang dapat menarik leher mereka dan melipatnya dibawah spine-nya; dan Pleurodira, yang dapat melipat leher mereka ke samping.</p>
<p><img style="vertical-align: middle;" src="http://usera.ImageCave.com/ibram11/Spixii1.jpg" alt="" /><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Kepala</strong></span><br />
Kebanyakan kura-kura yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di daratan memiliki mata yang selalu melihat ke bawah pada objek yang ada dihadapannya. Beberapa kura-kura air tawar, seperti kura-kura common dan labi-labi, memiliki mata yang lebih dekat ke bagian atas kepala. Spesies kura-kura ini dapat bersembunyi dari predator di perairan dangkal dimana mereka menenggelamkan seluruh badannya dalam air kecuali mata dan lubang hidungnya. Penyu laut memiliki kelenjar dekat matanya yang menghasilkan air mata bergaram yang berfungsi untuk membuang garam berlebih dari tubuhnya yang diambil dari air yang mereka minum.<br />
Kura-kura memiliki keistimewaan berupa kemampuan penglihatan malam hari yang hebat yang disebabkan oleh sejumlah besar sel batang pada retina mereka. Kura-kura memiliki penglihatan warna dengan kekayaan subtipe cone dengan sensitivitas antara hampir Ultraviolet (UV A) hingga Merah. Beberapa kura-kura darat memiliki kemampuan ‘mengejar mangsa’ yang sangat buruk, sehingga biasanya justru menjadi mangsa bagi predator yang berburu mangsa yang dapat bergerak cepat. Namun, kura-kura karnivora dapat dengan cepat menggerakan kepalanya untuk menggigit tiba-tiba.<br />
Kura-kura memiliki sebuah mulut lebar yang kokoh. Kura-kura menggunakan rahangnya untuk memotong dan mengunyah makanan. Sebagai pengganti gigi, rahang atas dan bawah pada kura-kura dilapisi oleh deretan tulang yang keras. Kura-kura karnivora biasanya memiliki tulang yang berbentuk pisau tajam untuk mengiris-iris mangsanya. Kura-kura herbivora memiliki tulang yang ujungnya seperti gergaji untuk memotong-motong tanaman yang keras. Kura-kura menggunakan lidahnya untuk membantu mengunyah makanan, tapi mereka tidak dapat, tidak seperti kebanyakan reptil, menjulurkan lidahnya untuk menangkap makanan.</p>
<p><img style="vertical-align: middle;" src="http://usera.ImageCave.com/ibram11/508px-Archelon_skeleton.jpg" alt="" width="477" height="504" /></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><br />
Tempurung</strong></span><br />
Tempurung kura-kura bagian atas disebut carapace. Tempurung bagian bawah yang membalutnya disebut plastron. Carapace dan plastron tersambung pada sisi-sisi kura-kura oleh strukur tulang yang disebut bridges. Lapisan bagian dalam pada kura &#8211; kura terbuat dari sekitar 60 tulang yang meliputi porsi tulang belakang dan rusuk, yang berarti bahwa kura-kura tidak dapat merangkak keluar dari tempurungnya. Pada kebanyakan kura-kura, lapisan luar tempurung dilapisi oleh sisik-sisik keras yang disebut scute yang merupakan bagian dari kulit luarnya, atau epidermis. Scute terbuat dari protein berserat yang disebut keratin yang juga membentuk sisik pada reptil lainnya. Scute ini tumbuh melebihi lapisan-lapisan antara tulang-tulang tempurung dan menambah kekuatan tempurung. Beberapa kura-kura tidak memiliki scute yang keras. Contohnya, penyu berpunggung kulit dan labi-labi yang memiliki tempurung yang dilapisi kulit scute yang halus dan bukan scute yang keras.<br />
Bentuk tempurung kura-kura memberi petunjuk yang sangat menolong mengenai bagaimana kura-kura tersebut hidup. Kebanyakan kura-kura darat memiliki tempurung yang besar dan berbentuk kubah yang membuat sulit bagi predator untuk menghancurkan tempurung diantara taring-taringnya. Satu dari sedikit pengecualian adalah kura-kura darat pancake Afrika yang memiliki tempurung yang lentur dan datar yang membuatnya dapat bersembunyi diantara repihan batu. Kebanyakan kura-kura akuatik memiliki tempurung yang datar dan beralur yang membantu dalam berenang dan menyelam. Kura-kura musk dan kura-kura alligator Amerika memiliki plastron yang berbentuk menyilang dan kecil yang memberikan gerakan kaki yang lebih efisien untuk berjalan sepanjang dasar kolam dan sungai.<br />
Warna tempurung kura-kura bisa bermacam-macam. Tempurung pada umumnya berwarna cokelat, hitam, atau hijau gelap. Pada beberapa spesies, tempurungnya memiliki tanda-tanda berwarna merah, oranye, kuning, atau abu-abu dan tanda-tanda ini bisa berupa totol-totol, garis-garis, atau bintik-bintik acak. Salah satu dari kura-kura yang paling berwarna adalah kura-kura painted yang memiliki plastron berwarna kuning dan tempurung berwarna hitam atau hijau tua dengan bintiki merah disekitar sisi-sisinya.<br />
Kura-kura darat, yang hidup di dataran, memiliki tempurung yang lebih berat. Kebalikannya, kura-kura akuatik dan labi-labi memiliki tempurung yang lebih ringan yang membantunya untuk tidak tenggelam dalam air dan berenang dengan laju yang lebih cepat. Tempurung yang lebih ringan ini memiliki sebuah ruang kosong besar yang disebut fontanelles diantara tulang-tulang tempurung. Tempurung pada penyu berpunggung bulu sangat ringan karena mereka memiliki sedikit scute dan terisi banyak fontanelles.<br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Kulit dan pergantian kulit</strong></span><br />
Seperti yang telah dijelaskan di atas, lapisan luar tempurung adalah bagian dari kulit, masing-masing scute (atau piring) pada tempurung merupakan sebuah sisik yang termodifikasi. Tempurung tersebut terdiri dari kulit dengan sisik-sisik yang lebih kecil, sama seperti kulit reptil lainnya. Kura-kura akuatik dan terrapin tidak berganti kulit dalam satu kali proses, seperti yang dilakukan oleh ular, tapi secara berlanjut, dalam potongan-potongan yang kecil. Ketika berada dalam sebuah lingkup akuaria, lembaran kecil kulit mati dapat dilihat dalam air (terkadang terlihat seperti potongan plastik tipis) ketika telah berkerak, bahkan ketika hewan tersebut menggosok-gosokkan badannya pada sepotong kayu atau batu. Kura-kura darat juga berganti kulit, tapi sejumlah besar kulit mati dapat diakumulasi menjadi potongan tebal yang memberi perlindungan pada bagian-bagian tubuh diluar tempurung.<br />
Scute pada tempurung tidak pernah berganti, dan, semakin lama terakumulasi, tempurung menjadi semakin tebal. Dengan menghitung lingkaran yang terbentuk oleh scute yang lebih tua dan lebih kecil di atas scute yang lebih muda dan lebih besar, memungkinkan kita untuk memperkirakan umur seekor kura-kura, bila kita mengetahui berapa banyak scute yang diproduksi dalam setahun. Metode ini kurang akurat, dikarenakan sebagian besar angka pertumbuhan tidak konstan, tapi juga karena sebagian scute terkadang jatuh dari tempurung.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Anggota badan</strong></span><br />
Kura-kura darat memiliki kaki yang pendek. Kura-kura darat terkenal memiliki gerak yang lamban, hal ini dikarenakan oleh tempurungnya yang berkubah dan berat tapi juga karena gaya berjalan merangkak yang tidak efisien yang mereka miliki, dengan kaki-kaki yang meregang satu sama lain, tidak seperti kadal yang berkaki lurus satu sama lain langsung dibawah badan, seperti juga pada mamalia.<br />
Kura-kura yang bersifat amfibi biasanya memiliki anggota badan yang sama dengan kura-kura darat tadi kecuali kaki mereka memiliki selaput jari dan biasanya memiliki kuku yang panjang. Kura-kura ini berenang menggunakan keempat kakinya dengan cara yang sama seperti anjing yang sedang berenang, dengan kaki-kaki pada sisi kanan dan kiri tubuh mengayun bergantian. Kura-kura air tawar yang besar lebih jarang berenang dibanding kura-kura air tawar yang kecil, dan spesies yang sangat besar, seperti kura-kura alligator, jarang sekali berenang, lebih menyukai berjalan sepanjang dasar danau atau sungai. Seperti juga selaput kaki, kura-kura air tawar juga memiliki kuku yang sangat panjang, digunakan untuk membantunya dalam memanjat tepi sungai dan mengambang ke atas, dimana mereka senang berjemur. Kura-kura air tawar jantan lebih banyak memiliki kuku yang panjang, dan hal ini digunakan untuk merangsang betina saat kawin. Meskipun kebanyakan kura-kura air tawar memiliki kaki berselaput jari, beberapa kura-kura air tawar, seperti kura-kura moncong babi, memiliki kaki berbentuk dayung yang sejati, dengan jari-jari yang menyatu membentuk dayung dan kuku-kuku yang kecil. Spesies ini berenang dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh penyu (lihat dibawah).<br />
Penyu hampir seluruhnya akuatik dan memiliki kaki berbentuk dayung (flipper) sebagai pengganti kaki. Penyu “terbang” dalam air, menggunakan gerakan naik-turun pada kaki dayung depan untuk menciptakan gaya dorong; kaki belakang tidak digunakan untuk berenang tapi mungkin digunakan untuk penyeimbang. Dibandingkan dengan kura-kura air tawar, penyu jarang sekali naik ke daratan, dan biasanya hanya untuk menetas saja. Penyu jantan biasanya tidak pernah meninggalkan lautan, sedangkan betina harus naik ke daratan untuk menetaskan telur. Mereka bergerak sangat lamban, menyeret badan mereka dengan kaki dayungnya. Kaki dayung belakang mereka digunakan untuk menggali lubang telur dan mengisinya kembali dengan pasir ketika telur-telurnya sudah ditetaskan.</p>
<p><img src="http://usera.ImageCave.com/ibram11/LY3.jpg" alt="" width="458" height="322" /><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Ekologi dan sejarah kehidupan</strong></span><br />
Meskipun banyak jenis kura-kura yang hidup di bawah air, seluruh kura-kura air dan darat adalah reptil yang bernapas dengan paru-paru, dan harus naik ke permukaan pada jangka waktu yang teratur untuk mengisi ulang paru-parunya dengan udara segar. Mereka juga bisa menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dataran kering. Pernafasan akuatik pada kura-kura air tawar Australia kini sedang dipelajari. Beberapa spesies memiliki lubang kloaka besar yang dipenuhi oleh banyak proyeksi-proyeksi yang berbentuk seperti jari. Proyeksi ini, disebut “papillae”, memiliki persediaan darah yang melimpah, dan berfungsi untuk meningkatkan wilayah permukaan pada kloaka. Kura-kura air dapat menyaring oksigen yang terkandung dalam air menggunakan papillae ini, hampir sama seperti ikan yang menggunakan insang untuk bernafas.<br />
Kura-kura adalah hewan yang bertelur, seperti reptil lainnya, dimana telurnya lembut dan berbulu.</p>
<p><img src="http://usera.ImageCave.com/ibram11/archelon.jpg" alt="" width="439" height="332" /></p>
<p>Telur-telur dari spesies terbesar berbentuk bulat, sementara telur-telur jenis lainnya berbentuk lonjong. Albumennya berwarna putih dan mengandung protein yang berbeda dari telur burung, yang menyebabkan embrio tidak akan mengeras saat dimasak. Telur kura-kura mengandung hampir seluruhnya kuning telur. Pada beberapa spesies, suhu menentukan apakah embrio pada telur itu akan berkembang menjadi jantan atau betina: suhu yang lebih tinggi menyebabkan embrio berjenis kelamin betina, suhu yang lebih rendah menyebabkan embrio berjenis kelamin jantan. Sejumlah besar telur-telur disimpan dalam lubang galian dan dikubur dengan lumpur atau pasir. Telur-telur itu lalu ditutupi dan ditinggalkan untuk diinkubasi sendiri. Ketika bayi kura-kura lahir, mereka mencari jalan sendiri untuk mencapai perairan. Kura-kura bukan merupakan spesies dimana induk yang merawat anak-anaknya.<br />
Penyu bertelur pada pantai berpasir yang kering, dan keberadaan telur tersebut sangat terancam oleh pembangunan pantai dan perburuan telur. Penyu muda juga tidak dibesarkan oleh induknya.<br />
Kura-kura memakan waktu bertahun-tahun untuk mencapai usia kawin. Terkadang kura-kura hanya berkembang biak sekali dalam beberapa tahun atau lebih.<br />
Peneliti baru-baru ini menemukan bahwa organ pada kura-kura tidaklah semakin lama semakin tidak berfungsi, tidak seperti kebanyakan hewan lainnya. Telah ditemukan bahwa hati, paru-paru dan ginjal pada kura-kura centenarian berfungsi lebih baik dengan bertambahnya usia. Hal inilah yang menginspirasi peneliti genetis untuk memulai penelitian pada genom kura-kura untuk menghasilkan gen-gen yang berusia panjang.<br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>Turtle, tortoise atau terrapin?</strong></span><br />
Meskipun kata “turtle” banyak sekali digunakan untuk menggambarkan seluruh anggota Ordo Testudines, pada umumnya juga kita melihat ada anggota tertentu yang digambarkan sebagai “terrapin”, “tortoise”, atau “sea turtles”. Tepatnya bagaimana nama-nama alternatif ini digunakan, tergantung pada tipe Bahasa Inggris yang digunakan.<br />
• Bristish English biasanya menggambarkan reptil ini sebagai “turtle” bila mereka hidup di laut; “terrapin” bila mereka hidup di air tawar atau air payau; atau “tortoise” bila mereka hidup di daratan. Bagaimanapun juga, ada pengecualian pada hal ini dimana nama-nama umum Amerika atau Australia digunakan secara meluar, seperti ‘Fly River Turtle’.<br />
• American English menggunakan kata “turtle” untuk seluruh spesies kura-kura, tak peduli dimana pun habitatnya, meskipun “tortoise” juga digunakan untuk menggambarkan secara tepat kura-kura yang hidup di darat. Spesies lautan lebih spesifik dengan kata “sea turtles”. Sedangkan kata “terrapin” jelas digunakan untuk kura-kura yang hidup di air payau seperti terrapin punggung berlian (diamondback terrapin), Malaclemys terrapin; kata “terrapin” dalam hal ini diambil dari kosakata Algonquian untuk binatang ini.</p>
<p><img src="http://usera.ImageCave.com/ibram11/IMG_1328.jpg" alt="" width="485" height="322" /><br />
•	Australian English menggunakan kata “turtle” untuk spesies laut dan air tawar dan “tortoise” untuk spesies daratan.<br />
Untuk menghindari kebingungan, kata “<em>chelonian</em>” lebih populer diantara para dokter hewan, peneliti, dan konservasionis yang bekerja pada hewan ini, sebagai nama dari semua anggota Ordo Testudines. Hal ini didasari dari bahasa Yunani kuno χελώνη (chelone, Yunani baru χελώνα), yang berarti kura-kura darat.<br />
Taksonomi<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Daftar dari Famili Testudines</strong><br />
<span style="text-decoration: line-through;">Subordo Paracryptodira (punah)</span><br />
<strong>Subordo Cryptodira</strong><br />
<em>•	Famili Chelydridae (Kura-kura alligator)<br />
•	Famili Meiolaniidae (punah)<br />
•	Superfamili Chelonioidea (Penyu laut)<br />
•	Famili Protostegidae (punah)<br />
•	Famili Thalassemyidae (punah)<br />
•	Famili Toxochelyidae (punah)<br />
•	Famili Cheloniidae (Penyu laut hijau dan kerabatnya)<br />
•	Famili Dermochelyidae (Penyu berpunggung bulu)<br />
•	Superfamili Kinosternoidea<br />
•	Famili Dermatemydidae (Kura-kura sungai)<br />
•	Famili Kinosternidae (Kura-kura lumpur)<br />
•	Famili Platysternidae (Kura-kura berkepala besar)<br />
•	Superfamili Testudinoidea<br />
•	Famili Haichemydidae (punah)<br />
•	Famili Lindholmemydidae (punah)<br />
•	Famili Sinochelyidae (punah)<br />
•	Famili Emydidae (Kura-kura kolam/Kura-kura Brazil)<br />
•	Famili Geoemydidae (Kura-kura daun, kura-kura box Asia)<br />
•	Famili Testudinidae (Kura-kura darat)<br />
•	Superfamili Trionychoidea<br />
•	Famili Adocidae (punah)<br />
•	Famili Carettochelyidae (Kura-kura moncong babi)<br />
•	Famili Trionychidae (Labi-labi)<br />
Subordo Pleurodira<br />
•	Famili Araripemydidae (punah)<br />
•	Famili Proterochersidae (punah)<br />
•	Famili Chelidae (Kura-kura leher panjang Austro-American)<br />
•	Superfamili Pelomedusoidea<br />
•	Famili Bothremydidae (punah)<br />
•	Famili Pelomedusidae (Kura-kura sideneck Afro-American)<br />
•	Famili Podocnemididae (Yellow Spoturtleted T)</em></p>
<p>Dikutip dari Wikipedia, diterjemahkan oleh rx member Cheloniafreak..</p>
<p>http://www.reptilx.com/rxforum/viewtopic.php?f=45&#038;t=3990</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.reptilx.com/2008/09/29/pengetahuan-dasar-tentang-kura-kura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Pemeliharaan Kura-kura Brazil</title>
		<link>http://www.reptilx.com/2008/07/18/tips-pemeliharaan-kura-kura-brazil/</link>
		<comments>http://www.reptilx.com/2008/07/18/tips-pemeliharaan-kura-kura-brazil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 14:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Bite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.reptilx.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Photo by: Jaxsprout Kura-kura brazil adalah salah satu kura-kura air yang sudah populer dipelihara. Kura-kura brazil juga dikenal sebagai kura-kura red-ear slider atau latinnya trachemys scripta elegans Pada lembar pemeliharaan ini, pemeliharaan umum akan dibahas untuk jenis spesies ini. Pencarian/riset yang lebih lanjut sangat penting untuk membangun rencana perawatan yang terbaik untuk spesies yang dipelihara. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2008/07/Fringky-RES.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-342" title="Fringky-RES" src="http://www.reptilx.com/wp-content/uploads/2008/07/Fringky-RES.jpg" alt="Fringky-RES" width="441" height="295" /></a>Photo by: Jaxsprout</p>
<p>Kura-kura brazil adalah salah satu kura-kura air yang sudah populer dipelihara. Kura-kura brazil juga dikenal sebagai kura-kura red-ear slider atau latinnya trachemys scripta elegans Pada lembar pemeliharaan ini, pemeliharaan umum akan dibahas untuk jenis spesies ini. Pencarian/riset yang lebih lanjut sangat penting untuk membangun rencana perawatan yang terbaik untuk spesies yang dipelihara.<br />
Pemeliharan Dalam Ruangan (Indoor)<br />
<span id="more-23"></span><br />
Bentuk akomodasi dalam ruangan yang paling berguna adalah aquarium. Untuk anakan kura-kura, kedalaman air dianjurkan antara 7,5 cm sampat 15 cm dengan batu batuan untuk daerah kering untuk berjemurnya. Ukuran aquarium yang sesuai untuk anakan adalah 60 cm atau 75 cm x 30 cm. Waktu kura-kura telah tumbuh besar, habitatnya pun harus diganti yang lebih besar. Kura-kura brazil adalah perenang yang baik jadi kedalaman air tidak menjadi faktor penting setelah mereka dewasa. Kedalaman 20 cm sampai 60 cm cukup untuk kura-kura antara 10 cm dan kura-kura dewasa.<br />
Air</p>
<p>Kualitas air sangat penting bagi kura-kura air. Banyak masalah yang terjadi pada kura-kura air dapat dihindari jika pemelihara memanfaatkan sedikit waktu dan uang untuk merancang dan membeli sistem filter untuk kura-kuranya. Untuk kura-kura dewasa, kami menganjurkan untuk menggunakan filter tabung(canister) sebab mereka mudah dibersihkan dan memberi kualitas filter air yang baik. Anakan kura-kura mungkin agak sukar karena airnya yang dangkal. Maka dari itu spon filter atau powerhead filter dapat digunakan untuk air yang dangkal. Sering mengganti air menjadi suatu keharusan atau kewajiban.<br />
Image Lampu</p>
<p>Lampu reflector sebaiknya dipakai sebagai fasilitas jemur (basking). Reflector ini sebaiknya diposisikan untuk menyediakan basking spot 32 derajat Celcius pada satu daerah di habitatnya. Habitatnya juga sebaiknya dilengkapi dengan lampu fluorescent spektrum penuh untuk memberikan UVB. Sumber UVB diperlukan untuk sintesa Vitamin D3 yang diperlukan dalam metabolisma kalsium. Lampu Mercury Vapor juga dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan akan kehangatan dan sinar UV. Tanaman air atau tanaman plastik dianjurkan untuk memberikan rasa aman dan tempat persembunyiannya.</p>
<p><strong>Pemeliharaan Luar Rumah (Outdoor)</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Habitat anti pemangsa memberikan bermacam keuntungan dibanding akomodasi dalam ruangan dan sebaiknya dipikirkan sebagai pilihan di cuaca yang hangat.<br />
Kolam dapat dibuat di lingkungan yang aman untuk membuat habitat luar rumah lebih nyaman. Kolam yang lebih besar dapat memakai filter untuk memberikan tempat tinggal yang spetakuler bagi kura-kura anda.</p>
<p><strong>Makanan</strong></p>
<p>Hati-hati jangan memberi makan yang berlebihan. Untuk kura-kura dewasa dianjurkan hanya memberi makanan 2 sampai 3 kali perminggu dan setiap hari atau setiap dua hari untuk kura-kura anakan yang sedang tumbuh cepat. Slider akan mengkomsumsi sayuran, sayuran hijau seperti green mustard, turnip hijau, dandelion, bayam, wortel, zucchini dan tanaman air seperti duckweed, water lettuce, water hyacint dsb. Mereka juga mengkonsumsi serangga, cacing, dan ikan. Banyak makanan kura-kura komersial yang ada di pasaran sudah menjadi makanan yang sangat baik untuk kura-kura slider.<br />
Suplemen</p>
<p>Suplemen kalsium tambahan sangat penting. Kalsium bubuk dapat ditaburkan di makanan. Pemeliharan dianjurkan menggunakan suplemen kalsium dengan vitamin D3 jika hewannya dipelihara dalam ruangan(indoor) dan kalsium tanpa vitamin D3 jika dipelihara di luar rumah(outdoor). Penyediaan tulang sotong(cuttlefish bone) juga dianjurkan untuk dapat digerogoti.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.reptilx.com/2008/07/18/tips-pemeliharaan-kura-kura-brazil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>177</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istilah di Dunia Reptil</title>
		<link>http://www.reptilx.com/2008/07/14/istilah-di-dunia-reptil/</link>
		<comments>http://www.reptilx.com/2008/07/14/istilah-di-dunia-reptil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 00:51:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Bite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.reptilx.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Arboreal - mengacu pada sifat yang hidup di pepohonan. Hewan arboreal adalah hewan-Hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pepohonan atau belukar.
Terrestrial - terkait dengan tanah atau permukaan tanah (terra, tanah). Hewan terestrial adalah hewan-hewan yang biasa berkeliaran di atas tanah, hence the name; terrestrial.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah istilah-istilah di dunia reptil yang bisa digunakan sebagai acuan.</p>
<ol>
<li><strong>CB</strong> &#8211; Captive Breed</li>
<li><strong>WC</strong> &#8211; Wild Caught / Collect</li>
<li><strong>GTP</strong> &#8211; Green Tree Python</li>
<li><strong>BCI</strong> &#8211; Boa Constrictor Imperator</li>
<li><strong>BCC</strong> &#8211; Boa Constrictor Constrictor</li>
<li><strong>BCA</strong> &#8211; Boa Constrictor Amarali</li>
<li><strong>SEX</strong> &#8211; Jenis Kelamin</li>
<li><strong>SHEDDING</strong> &#8211; Ganti Kulit</li>
<li><strong>SVL</strong> &#8211; Snout To Vent Length &#8230; (panjang kepala hingga pangkal ekor)</li>
<li><strong>Diurnal</strong> &#8211; Aktif siang hari</li>
<li><strong>Crespicular</strong> &#8211; Aktif Sore Hari</li>
<li><strong>Noctrunal</strong> &#8211; Aktif Malam Hari</li>
<li><strong>SCL</strong> &#8211; straight length carapace (untuk kura-kura)</li>
<li><strong>MBK</strong> &#8211; Mexican black</li>
<li><strong>MB</strong> &#8211; Moncong babi</li>
<li><strong>BD</strong> &#8211; Bearded Dragon</li>
<li><strong>LG</strong> &#8211; Leoperd Gecko</li>
<li><strong>WTS</strong> &#8211; Want To Sale</li>
<li><strong>WTB</strong> &#8211; Want To Buy</li>
<li><strong>Magic Blue</strong>- varanus Macraei</li>
<li><strong>BP</strong> &#8211; Ball python</li>
<li><strong>RES</strong> &#8211; Red ear slider (Kura brazil)</li>
<li><strong>TL</strong> &#8211; Total Length</li>
<li><strong>CL</strong> &#8211; Carapace Length</li>
<li><strong>NV</strong> &#8211; Non Venomous(tidak berbisa)</li>
<li><strong>MV</strong> &#8211; Medium Venom(berbisa ringan)</li>
<li><strong>VN</strong> &#8211; Venom Neurotoxic(berbisa menyerang saraf)</li>
<li><strong>VM</strong> &#8211; Venom Myotoxic(berbisa menyerang jaringan otot)</li>
<li><strong>VH</strong> &#8211; Venom Haemotoxic(berbisa menyerang jaringan sel2 darah)</li>
<li><strong>Ovipar</strong> &#8211; berkembangbiak dengan bertelur</li>
<li><strong>Ovovivipar</strong>- berkembangbiak dengan bertelur melahirkan(ex. Boa)</li>
<li><strong>Arboreal</strong> &#8211; mengacu pada sifat yang hidup di pepohonan. Hewan arboreal adalah hewan-Hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pepohonan atau belukar.</li>
<li><strong>Terrestrial</strong> &#8211; terkait dengan tanah atau permukaan tanah (terra, tanah).</li>
<li>Hewan terestrial adalah hewan-hewan yang biasa berkeliaran di atas tanah, hence the name; <em>terrestrial</em>.</li>
<li><strong>LTC</strong> &#8211; long term captive</li>
<li><strong>CH</strong>- captive hatch</li>
<li><strong>Poss het</strong> &#8211; possible heterozygous</li>
<li><strong>RTB</strong> &#8211; red tailed boa</li>
<li><strong>Jigongan</strong>&#8230;&#8230;sariawan</li>
<li> <strong>Probe</strong>&#8230;&#8230;&#8230;.alat sexing buat ular<strong>Prey</strong> &#8211; umpan</li>
<li><strong>Rat</strong> &#8211; tikus besar warna putih yang biasa buat umpan</li>
<li><strong>Tiput/mencit</strong> &#8211; tikus putih/mencit ukuran kecil yang biasa buat umpan (juga)</li>
<li><strong>Pinkies</strong> &#8211; anak rat/tiput/mencit yang baru lahir dan masih nenen sama induknya</li>
<li><strong>Dead prey</strong> &#8211; umpan mati</li>
<li><strong>Prekilled prey</strong> &#8211; umpan setengah mati</li>
<li><strong>Aquatic</strong> &#8211; hewan yang hidupnya di air</li>
<li><strong>Salmonella</strong> &#8211; bakteri yang dibawa reptile</li>
<li><strong>Pup</strong> &#8211; buang air besar</li>
<li><strong>Pee</strong> &#8211; buang air kecil</li>
<li><strong>Hemipenis</strong> &#8211; kelamin jantan</li>
<li><strong>Turtle</strong> &#8211; kura-kura air</li>
<li><strong>Tortoise</strong> &#8211; kura-kura darat</li>
<li><strong>Hibernasi</strong> &#8211; masa tidur pulas, terlepas dari ajang kreatifitas.</li>
<li><strong>Substrate</strong> &#8211; bahan material yang digunakan didasar (aquarium) mungkin berfungsi sebagai alas.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.reptilx.com/2008/07/14/istilah-di-dunia-reptil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

