Sunfire Platinum Retic

October 7, 2011 by admin  
Filed under Bursa Satwa

Berminat?? CP : 0858 85555558 / pin BB : 25E9F963
Bila ada pertanyaan bisa menghubungi nomor diatas.
Terima Kasih.

RETICULATED PYTHONS

October 7, 2011 by admin  
Filed under Bursa Satwa

For further informations or details, please don’t hesitate to contact us:
mobile : 0856.70.78.788 | bb pin : 23037DA3 | email : worldofreptile@live.com | ym : michaelbuntoro@yahoo.com
address : jl. kelapa nias raya blok gn1 no.9-10 kelapa gading – jakarta utara 14240

Reticulated python

October 5, 2010 by admin  
Filed under Caresheet

DSCN7509

Nama lokal : Sanca Kembang, sanca batik, dll.
Nama Sains : Python reticulatus

Penyebaran
Asia Tenggara, Filipina dan Indonesia. Sanca kembang memiliki penyebaran yang terluas dari semua spesies Python.

Status di alam liar
Penyebarannya sangat luas tetapi jumlahnya yang berkurang, karena eksploitasi untuk mendapatkan kulit dan dagingnya. Pada tahun 2002 eksport kulit ular ini sebesar 437.500
Kenyataan buruk ini menunjukan secara legal lebih mudah memindahkan ular mati daripada yang hidup.

Deskripsi
Sanca Kembang berbentuk langsing untuk ukurannya dan berkembang dengan lingkar tubuh yang berotot yang cendrung tetap membulat dari pada memipih seperti ular pembelit lainnya. Sanca raksasa ini sangat bermacam-macam, dengan motif jaring atau rantai dengan warna dasar perak (abu-abu) atau perak coklat. Motif punggungnya adalah ciri khas warna dasar dari ular ini dan bergaris tepi warna hitam dan kuning, oranye atau coklat. Bintik-bintik di samping badannya berwarna terang. Seluruh tubuhnya memantulkan warna “hologram” (seperti pelangi).

Sanca Kembang yang baru ditangkap dari alam liar cenderung (wild-caught – RED) menjadi binatang yang sangat gugup (ketakutan) dan bertahan yang akan mengigit untuk berusaha lepas dari pegangan kita dan kabur. Tetapi hasil ternakan (captive-breed – RED) biasanya tenang dan bahkan jinak, hewan yang pintar yang senang berinteraksi bila si pemelihara membuatnya begitu. Jenis ini adalah pilihan yang bagus yang bisa memberikan perbedaan yang sangat besar dalam pengalaman memelihara ular.

Ukuran
Ular yang baru menetas kurang lebih mempunyai panjang 60cm. Ukuran dewasa (sudah dapat kawin) Betina sekitar 3.3m lebih, jantan 2.3m. Ukuran yang pernah tercatat sekitar 33 kaki (11meter) dan berat 300 pon (150 kg) lebih.

Umur Hidup
Sanca Kembang dapat hidup 30 tahun atau lebih di dalam kurungan.

Mutasi Warna
Warna dan motifnya meliputi T- albino, T+ albino, Tiger, Super Tiger, Albino Tiger, dll.

Pedoman Pemeliharaan

Tingkat Kesulitan
Mahir – sebelumnya pemilik harus mempunyai pengalaman dengan ular yang lebih besar dan dapat menyesuaikan ataupun terbiasa (“nyaman”) dengan perawatan serta penanganannya. Tidak cocok sebagai ular untuk pemula. Sanca Kembang biasanya menyesuaikan dengan perlakuan pemilik mereka . Bila dipelihara oleh pemilik yang sudah mengerti mereka akan berprilaku baik dan ular sanca yang besar dan jinak.
Sedikit tambahan dari beberapa referensi, Sanca Kembang hasil tangkapan liar biasanya walaupun sudah jinak, kadang kala menjadi galak serta menyerang karena keget, ataupun kadang kala tanpa alasan yang jelas.

Kandang
Kadang bisa sederhana ataupun rumit tergantung kemampuan menjaganya. Ingatlah bahwa semakin banyak barang yang ditaruh di kurungan, semikin banyak pula barang yang harus di bersihkan. Sangat banyak pilihan untuk pemilihan kandang untuk Sanca Kembang yang masih kecil, seperti kotak plastic tempat baju, rak melamin, dan kandang-kandang plastic reptile yang banyak di jual di pasaran. Akuarium dari kaca memadai untuk hewan yang lebih kecil. Perlu diingat bahwa penutup kandang kadang kala dapat menimbulkan kesulitan untuk mengatur tingkat kelembaban.

Sanca Kembang yang baru menetas sepertinya cocok di kandang yang kecil juga. Ular kecil di kandang yang besar bisa menjadi stress. Untuk ular yang besar, paling sedikit kandangnya harus mempunyai panajng setengah dari ular tersebut. Semakin panjang semakin baik. Dan juga pilihlah yang lebar karena Sanca Kembang perlu lantai yang lebar. Semua kandang harus memiliki tempat yang panas pada sebuah sudut, dan tempat yang lebih dingin di sudut yang berlawanan. Berapapun umur ular itu, Sanca Kembang sangat kuat maka harus ditaruh di kandang yang kuat dan pengunci yang kuat. Kandang yang baik (kuat dan nyaman untuk ular) sangat dibutuhkan, sehingga kandang ini harus menjadi bahan pertimbangan dalam memelihara ular raksasa.

Alas
Hanya sedikit alas yang bekerja dengan baik. Koran adalah yang paling murah dan paling mudah untuk dibersihkan: buang yang lama dan ganti dengan yang baru. Cypress mulch bagus untuk mengendalikan kelembaban, tetapi ingatlah bahwa terlalu tinggi kelembaban dapat mengganggu kesehatan, begitu juga kalau terlalu rendah kelembaban. Jangan pernah menggunakan alas yang mengandung Cedar karena mematikan untuk reptil.

Suhu dan Pemanasan
Sediakan ular Sanca Kembang anda dengan titik berjemur 88-92 F (31-33 C) dan suhu kandang 78-80 F (25.5-26.6 C)(suhu ini tidak boleh turun hingga lebih rendah dari 75 oF-24 C). Sangat penting untuk mengetahui suhu di kandang, dan janganlah menebak. Yang bagus adalah menggunakan termometer digital luar/dalam. Taruh thermometer di dalam kandang, dan ujung lainnya di luar kandang. Sehingga anda dapat mengetahui suhu di luar dan di dalam pada waktu yang sama.

Ada beberapa cara untuk menghangatkan kandang: alas pemanas dari bawah kandang, pemanas keramik, lampu “berjemur” (lampu ditempatkan di suatu sudut sisi untuk berjemur, baik lampu untuk siang maupun lampu malam). Bila menggunakan bohlam ataupun keramik haruslah memperhatikan kelembaban di dalam kandang, apalagi bila menggunakan kandang dengan tutup atas, karena pemanas maupun kandang dengan tutup atas keduanya membuat kelembaban hilang dengan sangat cepat. Gunakan thermostats, rheostats, dan atau timer untuk mengontrol sumber panas. Jangan menggunakan batu pemanas pada ular karena terlalu kecil untuk permukaannya dan dapat menyebabkan luka bakar yang serius.

Kelembaban
Menyediakan kelembaban yang cocok untuk Sanca Kembang adalah sangat penting untuk menjamin lingkungan yang sehat dan membantu ketika proses ganti kulit, tetapi seperti dibilang sebelumnya, kelembaban yang terlalu tinggi pun dapat menjadi masalah sama seperti bila terlalu sedikit. Untuk membuat tingkat kelembaban 50% – 60%, kita memiliki beberapa pilihan.
1. Gunakan cypress mulch atau bahan yang sejenis yang dapat melembabkan. Cypress sangat bagus untuk digunakan, ciri-cirinya warnanya coklat terang saat kering dan menjadi gelap setelah basah, jadi kita tahu kapan kita perlu membasahinya lagi.
2. Buatlah box kelembaban untuk ular. Menggunakan container plastic dengan ukuran yang lebih kecil dari kandang dan muat saat ditaruh didalam kandang, yang diisi dengan sphagum moss (peras lah untuk mengetahui ukuran kelembaban), gunting container plastic pada bagian atas tutupnya atau bagian samping dari plastic container tersebut. Taruh di dalam kandang ular sehingga ular dapat masuk kedalamnya saat ular tersebut menginginkannya.

Harus diingat, bila kita memiliki kandang dengan tutup atas yang berlubang, buka dari atas, atau sejenisnya, ada baiknya kita menutupnya dengan plastic, handuk atau sesuatu yang dapat menahan kelembaban agar tidak hilang. Juga harus menjaga suhu karena udara yang hangat lebih dapat menahan kelembaban daripada udara yang dingin. Kita harus membuat kandang yang lembab, bukan basah. Kandang yang basah dapat menyebabkan infeksi baik karena bakteri maupun jamur, dan tentu saja akhirnya kepada kematian.

Pencahayaan
Asupan (pemberian) cahaya tidak diperlukan pada jenis ini, tetapi bila digunakan haruslah 12/12 cycle, yang artinya 12 jam nyala dan 12 jam mati. Bila terus-menerus, bisa menyebabkan stress pada ular, apalagi jenis ini termasuk nocturnal (aktif pada malam hari).

Air
Selalu ganti air dengan air yang bersih untuk ular Sanca Kembang anda, sebagaimana mereka memiliki kecendrungan untuk minum dengan sangat banyak. Ukuran dari tempat air minum adalah terserah anda. Bila cukup besar untuk berendam, maka cepat atau lambat si ular akan tampak senang untuk berendam dari waktu ke waktu. Pastikan bahwa tempat minum tidak terlalu dalam untuk hewan yang masih kecil. Banyak ular akan membuang kotorannya di tempat air minum, jadi siap-sedialah untuk membersihkannya, men-disinfektan dan mengganti air kapan saja dibutuhkan. Sering kali kita perlu menyediakan tempat minum cadangan, sehingga ada pengganti tempat minum ketika yang satu lagi dibersihkan.

Asesori
Satu asesori kandang yang berguna untuk membuat Sanca Kembang tetap bahagia adalah sebuah tempat persembunyian yang bagus… atau mungkin sepasang tempat persembunyian. Ular ini sensitive, ular yang pintar yang menyadari dan menggunakan tempat persembunyian. Sediakan di dua titik panas dan dingin dari kandang, sehingga ular dapat bersembunyi baik di tempat panas maupun di tempat dingin, dan ular tidak bingung memilih antar suhu dan keamanan. Pot bunga dari tanah liat atau plastic, maupun tempat sembunyi yang dijual di took hewan semuanya dapat digunakan. Untuk Sanca Kembang yang lebih besar, menempelkan kertas yang gelap pada semua bagian kandang adalah cara yang mudah untuk membuat ular kita merasa lebih aman. Apapun asesorinya minumnya the botol sosro…hehehee….. becanda kok mas-mas dan mba-mba, jadi apapun asesorinya pastikan tidak mengganggu keamanan ular kita.

Pemberian Makan
Beri makan ular anda dengan hewan pengerat yang ukurannya disesuaikan dengan ular tiap minggu. Bayi Sanca Kembang sebaiknya diberi mencit dewasa, atau tikus putih (rat) yang masih belum bisa berjalan (jalannya masih merayap). Saat ukuran mencapai 3 kaki (± 1 m) Sanca Kembang cukup besar untuk memakan tikus putih (rat) yang baru disapih. Setelah panjangnya 4 kaki (± 1.3 m) ular ini sudah sanggup untuk memakan tikus putih (rat) yang sudah dewasa. Jangan mengangkat ular anda paling tidak 1 hari setelah makan, karena dapat menyebabkan ular muntah. Sedikit tambahan dari yang translate, apa pun makanan ular kita yang kita berikan, ada baiknya memberikan makan ular dengan hewan yang sudah di matikan terlebih dahulu untuk menghindari ”kecelakaan” dimana makanan ular dapat melukai ular kita. Setelah mati baru kita goyang-goyangkan di depan muka ular kita. Dengan catatan ular kita tidak pilih-pilih makanan.

Kebanyakan Sanca Kembang mempunyai “feeding response” atau response makan (response saat diberi makan) yang kuat dan pada umumnya mudah untuk mengganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang telah dimatikan. Jangan pernah meninggalkan hewan pengerat yang masih hidup tanpa diawasi bersama ular. Pemberian makan paling tidak 1 kali setiap 10 hari, terutama pada Sanca Kembang yang masih muda. Hal ini berguna untuk mengendalikan pertumbuhan ular, perlu diingat pemberian makan yang jarang membuat ular anda lapar dan membuatnya ”gelisah” mencari makan, sehingga response makannya lebih kuat selama berinteraksi dengan orang yang memegangnya. Sebaliknya pemberian makan yang terlalu sering sekitar 1 – 2 kali seminggu memicu pertumbuhan yang cepat, sehingga harus bijaksana untuk memikirkan seberapa besar ular kita kita harapkan pada jangka waktu tertentu.

Sanca Kembang adalah jenis ular yang sangat penting membangun kebiasaan makannya agar aman saat dipegang, dimana ular ini adalah pembelit yang sangat kuat dan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan ketika sedang lapar. Jangan pernah pegang hewan lain lalu memegang ular; anda bisa dipikir ular sebagai makanannya. Saat ular mencapai ukuran 6 kaki (2 m) adalah bijaksana memberi makan ular dengan cara menaruh hewan yang sudah mati ke dalam kandangnya dan membiarkan ular menemukannya sendiri, karena ini akan menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.

Semakin bertumbuh ular kita, makin lama kita juga harus memberi makan yang semakin besar juga, seperti contohnya kelinci yang besar dan lain-lainnya. Kita perlu mencari dan menemukan tempat membeli makanan untuk ular kita lebih dahulu, karna hal ini sangat bermanfaat dalam memelihara Sanca Kembang, berhubungan dengan anggaran belanja dan jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular lainnya atau anggota dari perkumpulan pecinta reptil dimana anda berada untuk membantu menunjukan tempat yang tepat. Memberi makan Sanca Kembang yang besar tidak selalu murah dan pengeluaran ini harus dipertimbangkan sebelum memilih untuk memelihara jenis ini.

Pemeliharaan
Bersihkan kandang ular saat diperlukan, terutama saat buang air baik BAB ataupun BAK, ataupun mangsa yang tidak dimakan, bersihkan secepatnya. Bersihkan dan basmin kuman baik kandangnya maupun tempat minum, untuk tempat minum sebaiknya paling lambat tiap 1 minggu sekali dan saat diperlukan. Tergantung kepada keadaan kandang, keluarkan semua alas dan perlengkapan kandan maupun asesori dan basmi kuman menggunakan larutan pemutih 5% tiap 1 bulan sekali. Cuci semua peralatan hingga bersih dan keringkan sebelum kembali ditaruh ke dalam kandang.

Keterangan Dasar Perkembangbiakan
NOTE: sebelum mencoba menternakan ular anda, anda harus tahu dengan pasti jenis kelamin dari ular anda. JANGAN pernah memasukan 2 ekor jantan yang sudah dewasa kedalam kandang yang sama, karna mereka akan berantem dan saling melukai ataupun saling membunuh!

Sanca Kembang mencapai kematangan secara sexual sejak berumur 18 bulang hingga 4 tahun. Ukuran untuk kawin sekitar 7-9 kaki (2.5 m – 3 m) untuk jantan dan 11 kaki lebih (sekitar 4 m) untuk betina. Musim kawin di tempat pemeliharaan biasanya dari November sampai Maret. Hentikan pemberian makan pada saat ini. Ular harus membentuk dan dalam kondisi yang prima sebelum mencoba untuk kawin. Untuk proses kawin dapat dirangsang dengan cara menurunkan frekuensi/jangka waktu cahaya menjadi hanya 8-10 jam saja dan menurunkan suhu pada waktu malam menjadi sekitar 75o F (24o C). Kenalkan si betina ke dalam kandang jantan. Membasahi (lembabkan) kedua ular dengan air dapat merangsang ular untuk mau kawin. Betina pada umumnya ganti kulit pada hari ke 14+ setelah ovulasi (proses kawin); mengeluarkan telur antara hari ke 34 – 49 (rata-rata hari ke 38) setelah ganti kulit karena proses ovulasi (kawin). Telur yang dikeluarkan antara 10 – 80 telur. Dengan suhu inkubasi 88 – 90 F (31-32.222 C) (suhu optimal), telur-telur ini menetas sekitar hari ke 88.

Note/Komentar
Sanca Kembang adalah rajanya ular pelilit. Ukuran dan kekuatan mereka termasuk yang terbesar di dunia ular, dan kecantikannya tidak ada tandingannya di antara ular-ular raksasa. Sanca Kembang bukanlah jenis ular untuk ‘semua orang’, mereka perlu dedikasih pemelihara dan berpengalaman yang berkembang dan memiliki pengalaman yang diperlukan untuk merawat ular ini dengan tepat. Memperhatikan insting berburu dari Sanca Kembang sangat mengagumkan dimana hanya sedikit jenis lain yang seperti ini. Sebelum memilih ular raksasa kuat ini, terlebih dahulu HARUS memiliki pengalaman menangani ular besar sebelumnya, walaupun yang akan dipilih adalah CB baby yang jinak yang bisa saja memiliki respons makan yang kuat. Sanca Kembang memiliki tantangan yang menakjubkan untuk pemelihara yang berpengalaman yang sudah siap untuk “yang terbesar dari mereka semua”.

Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous)

October 5, 2010 by admin  
Filed under First Bite

Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous)

Ular wild caught atau tangkapan liar biasanya cenderung bersifat lebih defensif karena secara alami dan naluriah mereka akan mempertahankan dirinya dari predator atau makhluk lain yang dianggap merupakan ancaman bagi mereka, termasuk manusia.

hookbuton

Akan tetapi tidak mustahil kita bisa menjinakkan ular wild caught tersebut apabila kita ingin memeliharanya. Apabila kita ingin agar ular tersebut menjadi jinak, sebaiknya ular yang akan dipelihara adalah bukan ular dewasa. Ular dewasa akan sangat sulit dijinakkan karena naluri defensif sudah sangat kuat tertanam di benaknya. Akan semakin mudah untuk menjinakkan ular yang lebih muda, karena mereka akan belajar bahwa kita sebagai pemeliharanya tidak akan menyakiti mereka, tapi justru merawat mereka dengan penuh kasih sayang.
Ular yang baru saja ditangkap dari alam biasanya stress dan membutuhkan waktu beberapa lama untuk adaptasi dengan kandang atau lingkungan barunya. Masa-masa stress ini biasanya ditandai dengan ular tidak mau makan. Sebaiknya ular yang baru ditangkap jangan langsung dijinakkan. Beri mereka waktu untuk beradaptasi dengan kandang/lingkungan barunya. Sediakan kandang yang nyaman serta cukup air untuk minum atau tempat berendam, sediakan juga hidding place apabila diperlukan. Sebisa mungkin jangan dipegang-pegang dulu kecuali diperlukan (contoh: membersihkan kandang dan penjemuran). Dan coba berikan mereka makanan secara berkala (contoh: 5-7hari sekali).
Apabila ular sudah beradaptasi dengan kandangnya dan tidak stress lagi (ditandai dengan ular sudah rutin makan), barulah kita bisa memulai proses penjinakan. Tidak perlu tergesa-gesa dalam proses penjinakan karena ular tersebut malah justru bisa menjadi stress kembali. Lakukan sedikit demi sedikit dan teratur secara berkala, ular-pun akan belajar sedikit demi sedikit bahwa kita tidak akan menyakitinya, dan pada akhirnya nanti dapat menjadi tenang dan jinak dengan sendirinya secara berangsur-angsur.

Demikian beberapa tips yang dapat dicoba dalam proses penjinakan:

1. Pada tahap pertama ini, jangan terlalu lama dan sering meng-handle ular anda, karena dapat menyebabkan ular anda stress kembali. Handle pada saat pembersihan kandang saja. Rendam ular anda di tempat khusus untuk merendam dengan diisi air yang tidak terlalu tinggi/dalam untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel di kulitnya. Sementara itu anda dapat membersihkan kandangnya dan mengganti alasnya dengan yang baru.

gloves2

2. Setelah kandang bersih, coba handle ular anda dengan menggunakan alat bantu berupa hook atau bisa juga dengan gloves/sarung tangan. Pilih sarung tangan yang tidak berbahan dari kain/benang wool karena dapat mengakibatkan gigi ular tersangkut pada kain atau rajutan benang wool misalnya ular wild caught anda menggigit. Sarung tangan berbahan kulit atau terpal akan lebih baik untuk digunakan.

3. Handle ular anda dengan mantap dan hati-hati. Ular yang masih sangat defensif akan diam saja dan hanya melilit tangan anda dengan kuat. Usahakan untuk membuat ular anda bergerak/berjalan dari satu tangan ke tangan anda yang lain. Jangan menyentuh dahulu bagian kepala dan leher ular karena itu dapat membuat mereka merasa terancam, dan kemudian memicu sifat defensifnya. Sebisa mungkin hindari/jauhkan kepala ular dari wajah anda. Lakukan sebentar saja, kira-kira 10-20menit, kemudian masukkan kembali ke kandangnya, dan beberapa hari kemudian berikan makan kepada ular anda seperti biasa.
Ulangi tahap 1 s/d 3 selama beberapa kali. Apabila ular anda tetap mau makan rutin, lanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Tambahkan frekuensi handle ular anda menjadi 2 kali dalam seminggu. Anda dapat meng-handlenya 4 hari setelah ular makan dan pada saat pembersihan kandang. Tambahkan juga waktunya menjadi 20-30menit. Pada saat ini anda dapat mencoba menyentuh bagian leher dan mengusap2 kepalanya. Lakukan dengan perlahan agar ular tidak kaget dan sedikit demi sedikit mereka akan belajar bahwa anda tidak akan menyakitinya. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.

gloves1

5. Apabila ular sudah terlihat lebih kalem (biasanya ditandai dengan sudah jarang/tidak pernah mencoba menggigit lagi dan gerakan ular yang lentur serta tidak terasa kaku ketika berjalan di tangan anda), silakan mencoba untuk meng-handle ular anda tanpa menggunakan alat bantu lagi. Handle dengan ekstra hati-hati, usahakan untuk tidak membuat gerakan secara tiba-tiba agar ular anda tidak kaget. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.

6. Apabila setelah tanpa menggunakan alat bantu-pun ular anda sudah jarang/tidak lagi mencoba menyerang, akan tetapi biasanya akan terlihat masih mudah kaget apabila ada gerakan dari sekelilingnya, anda tinggal perlu untuk menambahkan frekuensi handling menjadi 3-4 kali dalam seminggu. Lakukan semua tahap dengan kesabaran dan ketelatenan, mudah-mudahan ular anda akan segera menjadi sahabat yang sangat menyenangkan bagi anda.

Catatan: Masing-masing ular mempunyai karakter yang berbeda-beda meskipun dari jenis yang sama. Ini akan mempengaruhi cepat-lambatnya proses penjinakan, tergantung bagaimana karakter ular tersebut.

Maaf kalo ada yg salah silakan diralat.. soalnya cuma based on my experience

article and photo by RoelsReptile

SANCA BATIK DI ASIA Reticulated python by: A_I_S

April 29, 2010 by admin  
Filed under Indonesia

☻ ♠ SANCA BATIK DI ASIA ♠ ☻

saya membahas sanca batik di dunia, bukan berarti langsung hunting retic ini buat pengetahuan saja… Supaya tidak salah identifikasi.

Locality Retic

SUMATRA GROUP

Pulau Sumatera

DSCN0182
Sumatra: Indentik dengan warna abu2nya yang kental/dominan….retic terbesar didunia saat ini
yang dipelihara berasal dari Jambi pertama kali ditemukan tahun 2002 dengan panjang 14.85m dan
berat 447kg menurut berita harian ‘Suara Merdeka’ dan menurut berita harian ‘Republika’ memberitakan
ketika ditangkap ular tersebut memuntahkan seekor rusa betina dewasa…ular ini dinamakan “Kembang Wangi”. salah satu pic retic Sumatra.

Pulau Nias/pulau batu: secara typikal “high contrast” sumatra,warna yang terang dan kontras sekali

Medan: Biasanya sedikit garis dn bagian ekor motif lateralnya hilang mirip dengan sunfire retic.
Image

JAWA GROUP

Pulau Jawa

Jawa: krem campur dengan coklat dan perak.typikal mainland Indonesia ada yg “yellowhead”
ada juga yg tidak tergantung lokasi jawa nya…lokality jawa barat,jawa timur,jawa tengah
reticnya beda2 dari segi pola/motif dan warna.

Jawa Barat
Image

Jawa Timur (Banyuwangi)
Image

Jawa Tengah
Image

BORNEO GROUP

Pulau Kalimantan; Retic ini identik dengan motif “granite” nya di bagian punggungnya
Image

Serawak; sama dengan Kalimantan

SULAWESI GROUP

Pulau Sulawesi

Image

“Classic” Sulawesi: Ini mungkin retic pulau yang paling byk dipelihara di indonesia.merupakan asli “giant”,dgn “Yellow Heads” yg kontras….sering ditemui dgn Kepalanya ada 4 titik atau lebih Matanya emas kehijauan tetapi beberapa spesimen macem2 wrn matanya.

“Makassar” Sulawesi: Retic ini sangat identik sekali dari segi penampilan,ukuran dengan “Classic” Sulawesi, sangat dipastikan sekali ini SAMA dengan “Classic” Sulawesi,penamaan baru Makassar karena di dapat di kota makassar,Pada tahun 1912 ditemukan retic dengan ukuran 9,75 meter dekat kota makassar rekor dunia kedua setelah dari Jambi.
Image
Image

“Palopo” Sulawesi: Retics Palopo sangat mirip dengan 2 bentuk Sulawesi diatas tetapi semua spesimen yg pernah ditangkap memiliki “chain link” (menyerupai rantai) terletak di bagian utara kota makassar dan pala kuning.Beberapa specimen matanya ada yg berwarna gelap sekali berwarna hitam seperti batu onyx dan tidak kuning kepalanya.
Image

common palopo
Image

Kepulauan di Sulawesi

Image

Buton : Pulau Buton terletak di bagian timur selatan Sulawesi.Sangat mirip sekali dengan “Classic”/”Makassar”.
Image

Selayar (python reticulatus saputrai) : Pulau Selayar terletak di selatan kota Makassar dari segi penampilan mirip dgn classic/Makassar tetapi wrn kuning di motif samping sangat kental dan beberapa ad yg sedikit bintik2 hitam .Matanya yg aneh wrnnya perak kehijauan biasanya akan berkembang seiring dgn umurnya uk max betina 4,5m ini termasuk jenis dwarf. Merupakan subspecies yg diakui dan disahkan.
Image

Takabonerate

Image

Pulau Tanahjampea (python reticulatus jampeanus) : Retic Jampea memiliki pola yg buram dominasi wrn perak,abu-abu,hiaju,coklat dan kuning,Warna matanya typikal Tembaga keperakkan beberapa orang bilang retic ini jenis Dwarf panjang max betina 3 meter saat ini di captivity ada yg sampai 4,5 meter betina,
dan merupakan subspecies resmi diakui dan disahkan.
Image

Pulau Kayuadi : Retic Pulau Kayuadi dikatakan panjang max betina tidak sampai 3 meter motif Pola dan warna mirip dengan jampea,byk diobservasikan warna matanya yg variatif dari oranye,
oranye kehitaman,tembaga keperakkan,tembaga keorenan dan kehijauaan. Kemungkinan besar satu subspesies dengan jampea mungkin juga dengan subspecies baru.
Image

Pulau Kalaotoa : Retic di Pulau Kalaotoa memiliki ciri-ciri warna emas gelap dan silver gelap, matanya berwarna perak..
Image

Pulau Madu : Pulau Madu adalah pulau terkecil dari Taka Bonerate chain.
sangat dekat speciesnya (close related) dgn kalaotoa dari Bonerate Pygmy locality yg lainnya
Beberapa orang menilai dan meniliti retic ini merupakan retic terkecil dari semua Bonerate Pygmy (“Dwarf”\”Super Dwarf”) Reticulated Pythons. Diakan datang dekat2 ini dipastikan subspecies retic madu ini penamaannya kemungkinan
Python reticulatus boneratensis,secara geografis semua binatang dari Bonerate\Taka’Bonerate group akan menjadi subspecies baru tidak hanya reptil saja.
Image

MALUKU GROUP 

Image

Kepulauan Halmahera

Pulau Morotai :? ?? >>> belum di approve untuk posting

Pulau Ternate
:? ?? >>> belum di approve untuk posting

Halmahera : Retic ini identik dengan warnanya yg ekstrim emas pola unik yg nyambung banyak ditemuin yg berwarna gelap hitam sangat kental dan wrn mata tembaga termasuk jenis dwarf.
Image

pulau Gebe : sering dibilang dan disebut new dwarf locality,reticnya sangat mirip dengan Maluku group tetapi lebih gelap,dimungkinkan retic2 ini migrasi atau ada penyusup yg menumpang dikapal yg mau ke wilayah Irian Jaya pulau ini sangat dekat dengan pulau Waigeo dn byk pulau2 kecil lagi yg dekat sekali dengan pulau Gebe….sangat dipastikan sekali ada retic di Irian Jaya.
Image

SERAM GROUP

Ambon “Kepala Kuning” : Sangat terang sekali warnanya mirip dengan buton warnanya tapi motifnya beda sekali dengan buton.
Image

Seram “Kepala Kuning” : Mirip dengan Ambon, sama dengan Pulau Gebe di mungkinkan bisa menyusup atau menyeberang ke wilayah papua sangat dekat sekali dengan FAK-FAK
Image

SELAT SUNDA GROUP

Bali “Kepala Kuning” : dari segi size retic bali itu kecil dibandingkan dengan mainland jawa,retic bali beberapa peniliti eropa menilai retic bali termasuk dwarf…identik dgn wrn kepalanya yg kuning terang pola/motif yg kontras hitam pekat.
Image

Nusa Tenggara Barat

Pulau Lombok : sekilas mirip dengan halmahera kepala tidak kuning….
Image

Pulau Sumbawa: sama dengan Pulau Lombok

Nusa Tenggara Timur

Flores : motif sangat mirip dgn bali warna mata lebih ke oranye dengan warna badan perak sampai tembaga, tempramen seperti preman.
Image

Kupang : uniknya motif samping yg biasanya tembus dengan motif di bagian punggung, kepala tidak kuning
Image

KEPULAUAN FILIPINA GROUP 

Image

Luzon

Manila : beberapa retic Manila tidak jauh beda dgn “Classic” Sulawesi type. perbedaan yg mencolok di pola kepalanya ada garis kecil (dashes) dan titik di tempat yg variatif lalu pola “donat” di punggung dan samping. Dark pigment terlihat di bagian dorsalnya.identik retic Philipine
Warna bervariatif dari tiap individu beberapa ada yellowhead beberapa silverhead warna mata identik dengan warna perak hingga tembaga.
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Bicol : sangat terang motif samping yg unik,beberapa specimen memiliki blotches hitamsecara typikal pola/motif kepala sangat beda dgn indonesia dan mata yg silver sampai tembaga.
Image
Image
Image

San Fernando : Mirip dengan manila
Image
Image
Image
Image
Image

Visayas

Samar : Hitam dan abu – abu yang sangat kontras sekali dan tegas warna mata variatif tembaga hingga oranye motif unik mirip aberant….
Image
Image

Mindanao

Davao : Pola/motifnya yg sangat aberrant bila dibandingkan dengan retic Indonesia, terdapat byk variasi pola dan wrn identik dgn motif bagian preocular ada motif titik2 warna mata oranye terang sampai silver. Sangat mirip sekali dengan retic selayar.
Image
Image
Image
Image
Image

Cotabato : Emas gelap pola/motif di dorsal titik garis byk titik. Motif samping hilang pola dan menyerupai sunfire/platinum dekat menuju keekor.warna mata typikal oranye hingga perak.
Image
Image
Image

Filipina “special”

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

DATARAN ASIA GROUP

Vietnam “Kepala Kuning”: mirip dengan retic Bali

Thailand “Kepala Kuning”: ukuran thai retic kecil dibandingkan dgn Indonesian mainland Retics dan tempramen yg kalem. si sponge Bob “Yellow Head” bloodlines asli berasal dari thailand. Sekarang Thailand tidak boleh mengexport retics lagi.

Birma : ??? >>> belum di approve untuk posting

Kamboja : ??? >>> belum di approve untuk posting

Malaysia: Mirip dengan retic jawa……
Image

Locality Natuna, India, Bangladesh, Pulau Tanimbar DLL mungkin RXer bisa nambahin atau yg belum kesebut. Sekian dulu selanjutnya kita bahas Combo Morph retic yang lagi “IN” 2 tahun mendatang…….maaf klo ada kekurangan byk atau tidak mendetil, harap maklum…..
semua foto yg belum pernah muncul di rx, eksklusif dengan seizin pemiliknya dan buat RX untuk berbagi info…….

PS: Saya ucapkan Terima Kasih sebesar – besarnya buat………

Henrysayangmama (GudangReptil.com),”si om”,mercedes,badboys,roel’s reptiles,18naga,drummersnake,badboys dan RXers lainnya.

khususnya:
My PINOY Friends in Facebook, FPF & REPTILX thxs 4 sharing…”MARAMING SALAMAT SA IYO”
PREHISTORIC PETS specially Mr. TIM ( pp retic in charge).
NERD specially Mr. ANDY DEITZ & Mr. RYAN (nerd retic in charge).
Brian Barczyk owner BHB ENTERPRISE.
Karsten Woellner owner FILARETIC specially Mr. PATRICK.
MonsterSnakeForever SAMHAIN.
GRANT COLANTONIO.

http://www.reptilx.com/rxforum/viewtopic.php?f=41&t=25757

Reticulated Python Forum

March 2, 2010 by admin  
Filed under Most Active Forum