Hamil tanpa pejantan
Peneliti di North Carolina State University menemukan seekor ular boa constrictors yang memiliki anak tanpa perkawinan. Anak dari “ibu super” boa ini semuanya betina dan tim peneliti tidak menemukan sidik jari genetik di mana pejantan terlibat dalam proses reproduksi.
Penelitian ini dipublikasikan dalam “Biology Letters”, jurnal Royal Society. “Ini pertama kalinya reproduksi aseksual yang dikenal di dunia ilmiah sebagai partenogenesis terkait dengan boa constrictors,” kata Warren Booth, peneliti post doktoral NC State University.
Menurut Booth, temuan ini memaksa para ilmuwan kembali memeriksa reproduksi reptil, terutama spesies ular primitif seperti boa constrictors. Memang kromosom seks ular sedikit berbeda dengan mamalia. Sel ular jantan memiliki dua kromosom Z, sedangkan sel ular betina memiliki kromosom Z dan W.
Dalam studi ini, semua anak ular betina yang dihasilkan melalui reproduksi aseksual memiliki kromosom WW. Fenomena ini, kata Booth, tidak pernah terlihat sebelumnya dan rasanya mustahil terjadi. Memang hal itu dapat terjadi melalui manipulasi yang rumit dalam laboratorium. Namun itu pun hanya bisa diterapkan kepada ikan dan amfibi.
Selama dua tahun ini, tim peneliti menemukan ibu super boa lainnya yang melahirkan tanpa perkawinan, yang semua bayinya betina. Kromosomnya juga WW dan terjadi mutasi warna. Induk pertama menghasilkan 12 bayi ular dan yang kedua berisi 10 bayi. Sebelumnya, ibu super ini memiliki anak dengan “cara kuno”, yakni kawin dengan boa jantan.
Source: Sciencedaily / Tempo
Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous)
October 5, 2010 by admin
Filed under First Bite
Tips Menjinakkan Ular Wild Caught (Non Venomous)
Ular wild caught atau tangkapan liar biasanya cenderung bersifat lebih defensif karena secara alami dan naluriah mereka akan mempertahankan dirinya dari predator atau makhluk lain yang dianggap merupakan ancaman bagi mereka, termasuk manusia.
Akan tetapi tidak mustahil kita bisa menjinakkan ular wild caught tersebut apabila kita ingin memeliharanya. Apabila kita ingin agar ular tersebut menjadi jinak, sebaiknya ular yang akan dipelihara adalah bukan ular dewasa. Ular dewasa akan sangat sulit dijinakkan karena naluri defensif sudah sangat kuat tertanam di benaknya. Akan semakin mudah untuk menjinakkan ular yang lebih muda, karena mereka akan belajar bahwa kita sebagai pemeliharanya tidak akan menyakiti mereka, tapi justru merawat mereka dengan penuh kasih sayang.
Ular yang baru saja ditangkap dari alam biasanya stress dan membutuhkan waktu beberapa lama untuk adaptasi dengan kandang atau lingkungan barunya. Masa-masa stress ini biasanya ditandai dengan ular tidak mau makan. Sebaiknya ular yang baru ditangkap jangan langsung dijinakkan. Beri mereka waktu untuk beradaptasi dengan kandang/lingkungan barunya. Sediakan kandang yang nyaman serta cukup air untuk minum atau tempat berendam, sediakan juga hidding place apabila diperlukan. Sebisa mungkin jangan dipegang-pegang dulu kecuali diperlukan (contoh: membersihkan kandang dan penjemuran). Dan coba berikan mereka makanan secara berkala (contoh: 5-7hari sekali).
Apabila ular sudah beradaptasi dengan kandangnya dan tidak stress lagi (ditandai dengan ular sudah rutin makan), barulah kita bisa memulai proses penjinakan. Tidak perlu tergesa-gesa dalam proses penjinakan karena ular tersebut malah justru bisa menjadi stress kembali. Lakukan sedikit demi sedikit dan teratur secara berkala, ular-pun akan belajar sedikit demi sedikit bahwa kita tidak akan menyakitinya, dan pada akhirnya nanti dapat menjadi tenang dan jinak dengan sendirinya secara berangsur-angsur.
Demikian beberapa tips yang dapat dicoba dalam proses penjinakan:
1. Pada tahap pertama ini, jangan terlalu lama dan sering meng-handle ular anda, karena dapat menyebabkan ular anda stress kembali. Handle pada saat pembersihan kandang saja. Rendam ular anda di tempat khusus untuk merendam dengan diisi air yang tidak terlalu tinggi/dalam untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel di kulitnya. Sementara itu anda dapat membersihkan kandangnya dan mengganti alasnya dengan yang baru.
2. Setelah kandang bersih, coba handle ular anda dengan menggunakan alat bantu berupa hook atau bisa juga dengan gloves/sarung tangan. Pilih sarung tangan yang tidak berbahan dari kain/benang wool karena dapat mengakibatkan gigi ular tersangkut pada kain atau rajutan benang wool misalnya ular wild caught anda menggigit. Sarung tangan berbahan kulit atau terpal akan lebih baik untuk digunakan.
3. Handle ular anda dengan mantap dan hati-hati. Ular yang masih sangat defensif akan diam saja dan hanya melilit tangan anda dengan kuat. Usahakan untuk membuat ular anda bergerak/berjalan dari satu tangan ke tangan anda yang lain. Jangan menyentuh dahulu bagian kepala dan leher ular karena itu dapat membuat mereka merasa terancam, dan kemudian memicu sifat defensifnya. Sebisa mungkin hindari/jauhkan kepala ular dari wajah anda. Lakukan sebentar saja, kira-kira 10-20menit, kemudian masukkan kembali ke kandangnya, dan beberapa hari kemudian berikan makan kepada ular anda seperti biasa.
Ulangi tahap 1 s/d 3 selama beberapa kali. Apabila ular anda tetap mau makan rutin, lanjutkan ke tahap berikutnya.
4. Tambahkan frekuensi handle ular anda menjadi 2 kali dalam seminggu. Anda dapat meng-handlenya 4 hari setelah ular makan dan pada saat pembersihan kandang. Tambahkan juga waktunya menjadi 20-30menit. Pada saat ini anda dapat mencoba menyentuh bagian leher dan mengusap2 kepalanya. Lakukan dengan perlahan agar ular tidak kaget dan sedikit demi sedikit mereka akan belajar bahwa anda tidak akan menyakitinya. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.
5. Apabila ular sudah terlihat lebih kalem (biasanya ditandai dengan sudah jarang/tidak pernah mencoba menggigit lagi dan gerakan ular yang lentur serta tidak terasa kaku ketika berjalan di tangan anda), silakan mencoba untuk meng-handle ular anda tanpa menggunakan alat bantu lagi. Handle dengan ekstra hati-hati, usahakan untuk tidak membuat gerakan secara tiba-tiba agar ular anda tidak kaget. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.
6. Apabila setelah tanpa menggunakan alat bantu-pun ular anda sudah jarang/tidak lagi mencoba menyerang, akan tetapi biasanya akan terlihat masih mudah kaget apabila ada gerakan dari sekelilingnya, anda tinggal perlu untuk menambahkan frekuensi handling menjadi 3-4 kali dalam seminggu. Lakukan semua tahap dengan kesabaran dan ketelatenan, mudah-mudahan ular anda akan segera menjadi sahabat yang sangat menyenangkan bagi anda.
Catatan: Masing-masing ular mempunyai karakter yang berbeda-beda meskipun dari jenis yang sama. Ini akan mempengaruhi cepat-lambatnya proses penjinakan, tergantung bagaimana karakter ular tersebut.
Maaf kalo ada yg salah silakan diralat.. soalnya cuma based on my experience
article and photo by RoelsReptile
Expo dan Kontes Surabaya 2010
September 9, 2010 by admin
Filed under Reptile Contest
Tempat : Expo Hall Tunjungan Plaza Lantai 6
Surabaya, Jawa Timur
Waktu : 29 September – 3 Oktober 2010
Redtail Boa breeding size and weight
Argentine Occidentalis 1.9 meters, 5.4KG
Brazil redtail 1.8 meters, 4.5KG
Can Cun, Mexico boa.. 1.3 meters 2.9KG
Caulker cay boa.. 1.0 meter, 2.2KG
Common Colombian boa.. 1.6 meters, 4.5KG
Corn island boa.. 1.1 meters, 2.1KG
Hog Island boa.. 1.2 meters, 2.4KG
Longicauda.. 1.8 meters, 3.8KG
Nicaragua boa (Mainland).. 1.1 meters, 1.9KG
Paraguanera, Venezuela boa.. 1.1 meters, 2.2KG
Peru Redtail (Iquitos) 1.9 meters, 4.9KG
Peru Redtail (Pucallpa) 1.7 meters , 4.6KG
Sonora desert boa.. 1.5 meters, 2.7KG
Suriname redtail 1.9 meters, 4.4KG
Tarahumara boa.. .95 meters, 1.6KG
Venezuela redtail.. 1.6 meters, 4.9KG
*Acrantophis dumerili.. 1.6 meters, 4.4KG
–Source : riobravoreptiles
SANCA BATIK DI ASIA Reticulated python by: A_I_S
☻ ♠ SANCA BATIK DI ASIA ♠ ☻
saya membahas sanca batik di dunia, bukan berarti langsung hunting retic ini buat pengetahuan saja… Supaya tidak salah identifikasi.
Locality Retic
SUMATRA GROUP
Pulau Sumatera

Sumatra: Indentik dengan warna abu2nya yang kental/dominan….retic terbesar didunia saat ini
yang dipelihara berasal dari Jambi pertama kali ditemukan tahun 2002 dengan panjang 14.85m dan
berat 447kg menurut berita harian ‘Suara Merdeka’ dan menurut berita harian ‘Republika’ memberitakan
ketika ditangkap ular tersebut memuntahkan seekor rusa betina dewasa…ular ini dinamakan “Kembang Wangi”. salah satu pic retic Sumatra.
Pulau Nias/pulau batu: secara typikal “high contrast” sumatra,warna yang terang dan kontras sekali
Medan: Biasanya sedikit garis dn bagian ekor motif lateralnya hilang mirip dengan sunfire retic.

JAWA GROUP
Pulau Jawa
Jawa: krem campur dengan coklat dan perak.typikal mainland Indonesia ada yg “yellowhead”
ada juga yg tidak tergantung lokasi jawa nya…lokality jawa barat,jawa timur,jawa tengah
reticnya beda2 dari segi pola/motif dan warna.
Jawa Barat

Jawa Timur (Banyuwangi)

Jawa Tengah

BORNEO GROUP
Pulau Kalimantan; Retic ini identik dengan motif “granite” nya di bagian punggungnya

Serawak; sama dengan Kalimantan
SULAWESI GROUP
Pulau Sulawesi

“Classic” Sulawesi: Ini mungkin retic pulau yang paling byk dipelihara di indonesia.merupakan asli “giant”,dgn “Yellow Heads” yg kontras….sering ditemui dgn Kepalanya ada 4 titik atau lebih Matanya emas kehijauan tetapi beberapa spesimen macem2 wrn matanya.
“Makassar” Sulawesi: Retic ini sangat identik sekali dari segi penampilan,ukuran dengan “Classic” Sulawesi, sangat dipastikan sekali ini SAMA dengan “Classic” Sulawesi,penamaan baru Makassar karena di dapat di kota makassar,Pada tahun 1912 ditemukan retic dengan ukuran 9,75 meter dekat kota makassar rekor dunia kedua setelah dari Jambi.


“Palopo” Sulawesi: Retics Palopo sangat mirip dengan 2 bentuk Sulawesi diatas tetapi semua spesimen yg pernah ditangkap memiliki “chain link” (menyerupai rantai) terletak di bagian utara kota makassar dan pala kuning.Beberapa specimen matanya ada yg berwarna gelap sekali berwarna hitam seperti batu onyx dan tidak kuning kepalanya.

common palopo

Kepulauan di Sulawesi

Buton : Pulau Buton terletak di bagian timur selatan Sulawesi.Sangat mirip sekali dengan “Classic”/”Makassar”.

Selayar (python reticulatus saputrai) : Pulau Selayar terletak di selatan kota Makassar dari segi penampilan mirip dgn classic/Makassar tetapi wrn kuning di motif samping sangat kental dan beberapa ad yg sedikit bintik2 hitam .Matanya yg aneh wrnnya perak kehijauan biasanya akan berkembang seiring dgn umurnya uk max betina 4,5m ini termasuk jenis dwarf. Merupakan subspecies yg diakui dan disahkan.

Takabonerate

Pulau Tanahjampea (python reticulatus jampeanus) : Retic Jampea memiliki pola yg buram dominasi wrn perak,abu-abu,hiaju,coklat dan kuning,Warna matanya typikal Tembaga keperakkan beberapa orang bilang retic ini jenis Dwarf panjang max betina 3 meter saat ini di captivity ada yg sampai 4,5 meter betina,
dan merupakan subspecies resmi diakui dan disahkan.

Pulau Kayuadi : Retic Pulau Kayuadi dikatakan panjang max betina tidak sampai 3 meter motif Pola dan warna mirip dengan jampea,byk diobservasikan warna matanya yg variatif dari oranye,
oranye kehitaman,tembaga keperakkan,tembaga keorenan dan kehijauaan. Kemungkinan besar satu subspesies dengan jampea mungkin juga dengan subspecies baru.

Pulau Kalaotoa : Retic di Pulau Kalaotoa memiliki ciri-ciri warna emas gelap dan silver gelap, matanya berwarna perak..

Pulau Madu : Pulau Madu adalah pulau terkecil dari Taka Bonerate chain.
sangat dekat speciesnya (close related) dgn kalaotoa dari Bonerate Pygmy locality yg lainnya
Beberapa orang menilai dan meniliti retic ini merupakan retic terkecil dari semua Bonerate Pygmy (“Dwarf”\”Super Dwarf”) Reticulated Pythons. Diakan datang dekat2 ini dipastikan subspecies retic madu ini penamaannya kemungkinan
Python reticulatus boneratensis,secara geografis semua binatang dari Bonerate\Taka’Bonerate group akan menjadi subspecies baru tidak hanya reptil saja.

Kepulauan Halmahera
Pulau Morotai
?? >>> belum di approve untuk posting
Pulau Ternate
?? >>> belum di approve untuk posting
Halmahera : Retic ini identik dengan warnanya yg ekstrim emas pola unik yg nyambung banyak ditemuin yg berwarna gelap hitam sangat kental dan wrn mata tembaga termasuk jenis dwarf.

pulau Gebe : sering dibilang dan disebut new dwarf locality,reticnya sangat mirip dengan Maluku group tetapi lebih gelap,dimungkinkan retic2 ini migrasi atau ada penyusup yg menumpang dikapal yg mau ke wilayah Irian Jaya pulau ini sangat dekat dengan pulau Waigeo dn byk pulau2 kecil lagi yg dekat sekali dengan pulau Gebe….sangat dipastikan sekali ada retic di Irian Jaya.

SERAM GROUP
Ambon “Kepala Kuning” : Sangat terang sekali warnanya mirip dengan buton warnanya tapi motifnya beda sekali dengan buton.

Seram “Kepala Kuning” : Mirip dengan Ambon, sama dengan Pulau Gebe di mungkinkan bisa menyusup atau menyeberang ke wilayah papua sangat dekat sekali dengan FAK-FAK

SELAT SUNDA GROUP
Bali “Kepala Kuning” : dari segi size retic bali itu kecil dibandingkan dengan mainland jawa,retic bali beberapa peniliti eropa menilai retic bali termasuk dwarf…identik dgn wrn kepalanya yg kuning terang pola/motif yg kontras hitam pekat.

Nusa Tenggara Barat
Pulau Lombok : sekilas mirip dengan halmahera kepala tidak kuning….

Pulau Sumbawa: sama dengan Pulau Lombok
Nusa Tenggara Timur
Flores : motif sangat mirip dgn bali warna mata lebih ke oranye dengan warna badan perak sampai tembaga, tempramen seperti preman.

Kupang : uniknya motif samping yg biasanya tembus dengan motif di bagian punggung, kepala tidak kuning


Luzon
Manila : beberapa retic Manila tidak jauh beda dgn “Classic” Sulawesi type. perbedaan yg mencolok di pola kepalanya ada garis kecil (dashes) dan titik di tempat yg variatif lalu pola “donat” di punggung dan samping. Dark pigment terlihat di bagian dorsalnya.identik retic Philipine
Warna bervariatif dari tiap individu beberapa ada yellowhead beberapa silverhead warna mata identik dengan warna perak hingga tembaga.









Bicol : sangat terang motif samping yg unik,beberapa specimen memiliki blotches hitamsecara typikal pola/motif kepala sangat beda dgn indonesia dan mata yg silver sampai tembaga.



San Fernando : Mirip dengan manila





Visayas
Samar : Hitam dan abu – abu yang sangat kontras sekali dan tegas warna mata variatif tembaga hingga oranye motif unik mirip aberant….


Mindanao
Davao : Pola/motifnya yg sangat aberrant bila dibandingkan dengan retic Indonesia, terdapat byk variasi pola dan wrn identik dgn motif bagian preocular ada motif titik2 warna mata oranye terang sampai silver. Sangat mirip sekali dengan retic selayar.





Cotabato : Emas gelap pola/motif di dorsal titik garis byk titik. Motif samping hilang pola dan menyerupai sunfire/platinum dekat menuju keekor.warna mata typikal oranye hingga perak.



Filipina “special”













DATARAN ASIA GROUP
Vietnam “Kepala Kuning”: mirip dengan retic Bali
Thailand “Kepala Kuning”: ukuran thai retic kecil dibandingkan dgn Indonesian mainland Retics dan tempramen yg kalem. si sponge Bob “Yellow Head” bloodlines asli berasal dari thailand. Sekarang Thailand tidak boleh mengexport retics lagi.
Birma : ??? >>> belum di approve untuk posting
Kamboja : ??? >>> belum di approve untuk posting
Malaysia: Mirip dengan retic jawa……

Locality Natuna, India, Bangladesh, Pulau Tanimbar DLL mungkin RXer bisa nambahin atau yg belum kesebut. Sekian dulu selanjutnya kita bahas Combo Morph retic yang lagi “IN” 2 tahun mendatang…….maaf klo ada kekurangan byk atau tidak mendetil, harap maklum…..
semua foto yg belum pernah muncul di rx, eksklusif dengan seizin pemiliknya dan buat RX untuk berbagi info…….
PS: Saya ucapkan Terima Kasih sebesar – besarnya buat………
Henrysayangmama (GudangReptil.com),”si om”,mercedes,badboys,roel’s reptiles,18naga,drummersnake,badboys dan RXers lainnya.
khususnya:
My PINOY Friends in Facebook, FPF & REPTILX thxs 4 sharing…”MARAMING SALAMAT SA IYO”
PREHISTORIC PETS specially Mr. TIM ( pp retic in charge).
NERD specially Mr. ANDY DEITZ & Mr. RYAN (nerd retic in charge).
Brian Barczyk owner BHB ENTERPRISE.
Karsten Woellner owner FILARETIC specially Mr. PATRICK.
MonsterSnakeForever SAMHAIN.
GRANT COLANTONIO.
http://www.reptilx.com/rxforum/viewtopic.php?f=41&t=25757
Reticulated Python Forum
March 2, 2010 by admin
Filed under Most Active Forum
PENGUMUMAN PEMENANG KONTES REPTIL (JAKAQUAZOO)
November 9, 2009 by admin
Filed under Event, Reptile Contest
PENGUMUMAN PEMENANG KONTES
PYTHON INVASION
A. Open Retic Normal
Juara 1 Gudang Reptil (score 27,29)
Juara 2 Rhudeeks (score 24,85)
juara 3 UC (Score 24,81)
B. Open Ball Python Normal
Juara 1 Gudang Reptil (Score 25,93)
Juara 2 Gudang Reptil (score 25,58)
Juara 3 Farrel (Score 25,08)
C. Open Ball Python Morph
Juara 1 Budiman (Score 27,70)
Juara 2 Designer Gecko (Score 26,90)
Juara 3 Designer Gecko (Score 26,61)
D. Open Blood Python Normal
Juara 1 Supianto (Score 24,70)
Juara 2 E12Ic (Score 23,90)
Juara 3 Uc (Score 22,61)
E. Open Python Normal
Juara 1 E12ic (Score 28,00)
Juara 2 Gudang Reptil (Score 27,68)
Juara 3 Ewin Bigman (Score 26,35)
Selamat buat para pemenang, dan terima kasih bagi semua peserta yang ikut meramaikan kontes Python Invasion
Mohon maaf atas keterlambatan pengumuman pemenang.
Foto menyusul yah



























